krokettahu

menyelesaikan masalah dengan masalah

“keceh” di Waterbyur-Bantul

2 Comments

Tadi sore saya dan empat ekor teman berwisata ke salah satu taman bermain di Bantul, lokasinya terletak persis di seberang Pasar Seni Gabusan, yup, kami ke Waterbyurr. WATERBYURR namanya sedikit “wagu” kalo menurut saya.
:p

depan Waterbyur

Saya, Putri si tante, Marlin si tante magang, Banu yang ngakunya The Guardian of Aunties, serta Rama yang tidak mau berpisah dengan Banu berangkat jam 3 p.m. dari rumah saya. Cuaca hari itu sungguh panas. Entah, pergi ke kolam air di saat cuaca sedang panas merupakan suatu keputusan yang tepat atau bodoh karena dapat membuat kulit hitam (padahal Minggu mau kondangan di Solo).

Karena hari itu bukan weekend, dan sedang ada diskon 40%, kami cukup membayar 15.000 per kepala. Diskon hanya sampai 30 April 2012, jadi yang belum ke sana, segeralah. Haaaaaa..

Seperti waterboom kebanyakan, sebelum masuk kami diperiksa, dan bekal yang kami bawa berupa air minum, nasi 6 bungkus, serta sayur terpaksa disita petugas dan akan dikembalikan nanti ketika pulang. Alhasil kita bersenang-senang dalam keadaan lapar…. Arrrgggghhh….

Oke, sebelum mulai bermain, kami ganti pakaian. Dan berhubung tidak ada diantara kami yang bersedia “menunggui” barang bawaan, terpaksa kami para wanita harus menyewa 2 loker (5.000 per loker) sedangkan para lelaki?? Mungkin karena tidak ada barang berharga yang mereka miliki, mereka lebih memilih meletakkan tas nya di sekitar kolam.

Oh iya, di Waterbyur pelampung/ban tidak dipinjamkan secara gratis, tapi disewakan. 5.000 untuk yang single dan 10.000 untuk yang double.

Untungnya, saya, Putri dan Marlin memutuskan untuk ormed terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk menyewa. Alhasil, kami menemukan 3 pelampung double tak bertuan tergeletak di sekitar kolam.
Hehehhe…

depan gua squidward

Wahana pertama (dan yang ada) yang kami coba adalah seluncuran (atau apalah namanya, saya tidak tahu) kami mencoba berlima bersama-sama. Seperti anak kecil kami duduk berjejer ke belakang dan saling memegang perut (atau bahu) pada awalnya. Dan setelah meluncur ….. Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaa……. Kami berteriak layaknya waria ketemu satpol PP …. hahahhaaa.. kalimat terakhir adalah bohong…

Kami mencoba berulang kali wahana tersebut, dan berulang kali juga kami mencobanya bersama-sama.. sehingga berulang kali juga kami berteriak Aaaaaaaaaaaaaaaaaaa….

Pada peluncuran terakhir, kami sepakat akan meluncur sambil bernyanyi Mars P*nta*ma. Dan,, It didn’t works. Hahhaaaa.. hanya 3 kata pertama yang kami nyanyikan bersama-sama, selanjutnya, hanya teriakan ala wanita…

Pie-red of Caribi-ahh

lihaattt,, ada bulan ...

Setelah puas bermain dan mandi, saatnya makan. Kami menikmati bekal yang kami bawa di pinggir kolam. Entah kenapa bapak petugas Waterbyur memberi ijin kami untuk makan di pinggir kolam di hari yang sudah gelap. Kami membawa enam bungkus nasi beserta sayur + lauk, dan tentu saja, keenam bungkus nasi tersebut tidaklah habis. Kami (saya lebih tepatnya) tidak serakus itu.

makaaaaannnn...

Hal yang paling menyebalkan hari itu adalah, Tante Jupe rewel. Saya harus ganti ban dalam depan (37.000 rupiah). Maksude ngirit malah nombok. Waterbyur yang mahal. Ishhhh…

ps. Waterbyur adalah semacam waterboom, dan bagi pecinta wahana seperti ini (waterboomholic, sebaiknya mencari tempat lain, karena waterbyur ini lebih cocok untuk anak2) :p

related photos :
http://www.facebook.com/media/set/?set=a.3374209347153.2135554.1026870338&type=3

2 thoughts on ““keceh” di Waterbyur-Bantul

  1. komen ah . . .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s