krokettahu

menyelesaikan masalah dengan masalah

Karena setiap orang memilki waktu dan rejekinya masing-masing

3 Comments

Saya sangat bangga menjadi perempuan, kenapa? Karena bias memakai baju2 yang lucu, berbeda dengan laki2 yang model bajunya itu-itu saja. Perempuan memiliki kulit yang lebih halus dan cantik apapun warna kulitnya berkat kinerja hormone :). Perempuan yang suatu saat menjadi seorang Ibu dan kemudian memiliki surga di bawah telapak kakinya. Waauuww. Dan dalam agama saya, disebutkan bahwa seorang ibu memilki derajat 3 kali lebih tinggi dari ayah (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548).

Tapi sampai saat ini (Agustus 2012) saya belum menjadi ibu 😦

Namun, menjadi perempuan terkadang juga tidak mengenakkan. Karena beberapa kali saya merasa ribet sendiri. Rempong, jika menggunakan istilah sekarang. Padahal saya termasuk tipikal perempuan yang praktis :D. Tapi tak jarang barang bawaan lebih banyak jika dari laki2. Kalau dilihat mulai dari pakaian, jika ditotal maka jumlahnya lebih banyak :). Belum lagi alat make-up (meski yang paling standart sekalipun). Laki-laki yang bawaannya lebih banyak dan ribet sepertinya perlu dipertanyakan :p.

Kemudian, struktur social yang berlaku di lingkungan sekitar saya yang paling tidak mengenakkan. Yah, jika seorang perempuan sudah memasuki usia 23 tahun ke-atas, maka tiba2 ada suatu area yang seolah di interfensi. Sebut saja masalah penikahan. Yah, pernikahan. Apalagi sudah memasuki usia 25 tahun. Dimana teman-teman sebaya sudah beranak pinak, menikah, dan sedang merencanakan pernikahan. Saya kecil dan setengah besar di kota kecil, di mana teman-teman saya memiliki kecenderungan untuk melanjutkan fase kehidupannya dengan menyegerakan ritual pernikahan sebelum akhirnya memiliki keturunan. Tak jarang saya mendapat pertanyaan dari teman-teman, β€œkapan?’ dan saya selalu menjawab, β€œsecepatnya, doakan ya”. Jawaban yang sakti menurut saya, karena mengandung doa. Hehehe.

Dulu saya masih bias berlindung dibalik belum dapatnya gelar sarjana. Haha. Sekarang, saya akan berlindung dibalik keyakinan saya, bahwa setiap orang memilki waktu dan rejekinya masing2. Karena rejeki tidak melulu berupa materi.

Orang tua saya, termasuk mainstream terhadap anak perempuannya dalam hal ini, yah, mereka lebih mendorong saya untuk menikah dan segera memberikan cucu disbanding saya melalang buana, berkarir atopun melanjutkan pendidikan tingkat lanjut. Oke, salah satu fungsi pernikahan bisa dikatakan sebagai fungsi reproduksi dalam hal ini. Akan tetapi, alhmdulillah hingga satu atau dua tahun kedepan saya masih bias meyakinkan orang tua saya bahwa anak memiliki waktu dan rejekinya masing2. Terima kasih :). Pilihan saya untuk tidak (belum lebih tepatnya) menyegerakan pernikahan dianggap seolah saya mengikuti aliran sesat oleh orang terdekat saya.

Saya memiliki seorang teman yang belum menikah, dan dia berkata (kurang lebih),” Seharusnya perempuan di dunia ini berterima kasih kepada saya dan perempuan2 yang masih single hingga saat ini, karena saya tidak merebut salah satu suami mereka”.

Bayangpun, jika seorang Butet Manurung memikirkan pernikahan sedemikan penting untuk segera dilaksanakan di usia muda, bagaimana nasib anak2 rimba di sana? Tidak akan ada Sekola Rimba. Jika Butet Manurung hanya memikirkan diri sendiri, maka siapa yang akan memikirkan pendidikan suku2 terpencil di Indonesia?

Siapa di dunia ini yang tidak ingin menikah, kecuali orang2 yang dg terpaksa (mungkin) tidak boleh menikah? Sayapun ingin, sangat ingin. Tapi ini belum saatnya. Karena setiap orang memilki waktu dan rejekinya masing2. Mari berdoa untuk kebaikan diri masing2 :). Amiin.

 

[Wirogunan, eighteenth of August – fourteen past twelve a.m.]
malam yang sangat galau, karena sedang berada diantara antusiasme impian dan kesentimentilan akan meninggalkan kota tercinta πŸ™‚

3 thoughts on “Karena setiap orang memilki waktu dan rejekinya masing-masing

  1. Butet Manurung, suka sekali perempuan itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s