krokettahu

menyelesaikan masalah dengan masalah

Road to Indonesia Mengajar Part 2 of 2 (Direct Assessment)

2 Comments

Saya akan bercerita sambil mengingat-ingat bagaimana saya akhirnya bisa sampai tahap ini. Tahap ini? ya, tahap dimana saya akhirnya bisa mengikuti pelatihan Indonesia Mengajar nanti pada tanggal 10 September nanti.

Tahap kedua ini dinamakan Direct Assessment (DA), yang artinya kurang lebih penilaian langsung (sepertinya begitu), saya tidak tau arti sebenarnya :p. Tahap DA ini berlangsung dalam satu hari, dari pagi hingga sore, berdasarkan pengalaman saya, dimulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Sebelum berangkat, pastikan sarapan terlebih dahulu, saya pada saat mengikuti DA ini tidak sempat sarapan dari rumah, so, saya meembeli sebungkus nasi kuning dan saya makan di tempat tes beberpa menit sebelum DA berlangsung (dan saya sudah mempersiapkan diri dg membawa senjata a.k.a sendok). Hahahahaa.. Logika tanpa logistik tidak akan jalan boiiโ€ฆ

Dalam DA ini para calon PM dibagi dalam beberapa kelompok, dan tiap kelompok terdiri dari 7-8 orang. Besama teman sekelompok itulah hari akan dihabiskan bersama dari awal test hingga akhir. ๐Ÿ™‚
Test DA ini tidak berasa seperti test kerja pada umumnya, karena peserta bias menggunakan celana jeans, sepatu kets, tapi saya sarankan untuk berpakaian rapi dan sopan, karena teman-teman calon PM yang mengikuti test sebagian mantan pekerja kantoran yang terbiasa berpenampilan sangat rapi, tentu saja. Dan semua test berjalan menyenangkan dan waktu berlalu cepat. ๐Ÿ™‚

Well, langsung saja, DA yang harus dilalui.

  1. Self presentation
    Self presentation atau yang saya sebut perkenalan diri. Pada tahap ini saya harus memperkenalkan diri saya di suatu ruangan ber AC dihadapan ke-7 teman saya dan 2 orang tim penilai yang berasal dari yayasan XXXXXX (saya lupa). Rule dari tahap ini adalah, kita diberi waktu selama 7 menit dan dipersilahkan memeprkenalkan atau menceritakan diri kepada teman-teman yang lain. Ingat, 7 menit, 7 menit ituย  bisa menjadi 7 menit terpanjang atau 7 menit tercepat dalam hidup, tergantung seberapa membosankan atau mengasyikkan ceritamu. Ketika tim penilai (sebut saja pengawas) sudah mempersilahkan kami untuk memulai, saya langsung mengangkat tangan dan mengajukan diri untuk pertama presentasi. Sebuah tips dari teman saya sebenarnya, namun ini juga menjadi sebuah trik. Kenapa? Pertama, (saya rasa) tim penilai dan teman-teman kelompok akan merasa kagum kepada keberanian saya untuk menjadi yang pertama, dan ini akan menjadi point plus buat saya. Padahal alas an sebenarnya, saya takut merasa minder jika saya menjadi yang ke-sekian memperkenalkan diri dan sudah mendengar cerita teman-teman yang lain yang hebat-hebat, yah, saya bisa pastikan, para calon PM adalah orang dg segudang cerita yang hebat yang bisa membuat pendengar berdecak kagum. Ada yang bekerja di perusahaan Internasional, mengambil pendidikan S1 di luar negeri, sudah diterima beasiswa di luar negeri, seorang relawan guru, seorang aktivis advokasi dan lain sebagainya.
    Ketika perkenalan, saya menggunakan 4-5ย  menit untuk memperkenalkan diri, dan menyisakan 2-3 menit untuk teman-teman yang lain bertanya mengenai saya. Sedikit tips, jangan habiskan 7 menit hanya untuk menceritakan tentang diri sendiri, sisakan waktu untuk teman-teman yang lain bertanya, karena kebanyakan (sepanjang pengetahuan saya), yang menghabiskan 7 menitnya untuk presentasi diri sendiri tanpa memberi kesempatan teman yang lain untuk bertanya tidak berhasil menuju tahap selanjutnya. Aktif bertanya pada sesi ini juga merupakan point plus saya rasa.
  2. Role play
    Ketika mendengar role play saya bertanya-tanya, test apa ini, dan saya kebingungan. Test ini semacam permainan drama dimana kami para calon PM diberi peran dan harus memerankan peran tersebut dengan sebaik mungkin sekecil apapun perannya dan tidak boleh berlebihan. Bukan permainana drama yang harus mondar-mandir dan memperagakan mimik muka, kami hanya diminta duduk dikursi secara melingkar, kemudian dibagikan selembar kertas secara acak yang berisi informasi garis besar peran diri sebagai apa, dan ย harus merahasiakan peran dari teman-teman yang lain. Plot ceritanya mengenai permasalahan yang dihadapi oleh para PM di lokasi penempatan. Dan nanti yang mendapat peran utamalah yang akan memulai permainan ๐Ÿ™‚ . Intinya berdiskusi sambil memerankan peran.
  3. Focus Discussion Group.
    Di sini kami diberi sebendel kertas yang berisi permasalahan yang tidak jauh-jauh dari pendidikan beserta beberapa usulan solusi dimana kami harus mengurutkan hal penting yang harus dilakukan terlebih dahulu berdasarkan logika masing-masing individu. Tiap-tiap individu diberi watu 30 menit untuk mengerjakannya sendiri-sendiri untuk berpikir dan memberi alas an jawaban. Kemudian setelah waktu habis, kami mulai duduk melingkar dan dibelakang ada 2 orang pengawas baru (tiap sesi akan menjumpai 2 pengawas berbeda) yang duduk sambil senyum-senyum membawa lembar penilaian. Kami diberi wakti 15 menit untuk berdiskusi dan mengemukakan pendapat masing-masing. Rule tahap ini, kami harus memilih 3 prioritas jawaban secara mufakat, tidak boleh ada voting. Dan tentu saja, diskusi sangat alot terjadi sepanjang 15 menit. Namun akhirnya d-injury time akhirnya kami menemukan kesepakatan. Tips pada tahap ini adalah aktif berbicara dan beragumentasi dg logis. Jangan sampai diam saja. Harus aktif, sangat aktifย  ๐Ÿ˜€
  4. Interview.
    Pada interview ini, saya diwawancarai banyak hal, sangat banyak. Dan sayapun bercerita mengenai beanyak hal, mulai dari kegiatan organisasi dan cerita kegiatan KKN. Intinya saya jualan cerita. Hahahaa. Bagi yang aktif dalam organisasi baik di dalam maupun luar kampus akan sangat terbantu dengan pertanyaan-pertanyaan enumerator ๐Ÿ™‚
    Interview ini berlangsung selama kurang lebih 1 jam. Bayangkan. 1 jam saya mengoceh dan si-ibu mendengarkan cerita saya.
  5. Micro-teaching
    Micro-teaching adalah semacam simulasi mengajar selama 7 menit. Tahap ini adalah tahap paling mendebarkan sekaligus menyenangkan. Karena pada tahap ini kami bias saling โ€œmengerjaiโ€ dan โ€œdikerjaiโ€. Hahaha. ย Di sini saya harus mempraktekan kemampuan mengajar saya yang acak akdut dihadapan teman-teman saya yang berpura-pura menjadi anak SD ditambah seorang anak SD yang โ€œsangat aktifโ€ serta 2 orang penilai. Saya memilih untuk menjadi pengajar matematika dan menerangkan tentang bangun datar. Dan hasilnya, jeng-jeng.,, kelas kacau. Ahahahahaa.. Hal itu dialami oleh semua peserta (>_<). Karena orang dewasa yang berpura-pura menjadi anak kecil lebih mengacaukan kelas daripada anak kecil itu sendiri.ย  Butuh persiapan mental dan trik yang oke :p
  6. Psikotest.
    Dari awal ditegaskan bahwa psikotest diadakan di penghujung test, yang artinya test paling akhir. Mungkin dikarenakan supaya para calon PM tidak terkuras pikirannya jika psikotest diletakkkan di awal test, atau mungkin karena supaya jawaban para calon PM lebih jujur karena para calon PM sudah kelelahan karena pikiran dan tenaganya sudah dikuras habis terlebih dahulu, orang yang sudah kelelahan biasanya lebih jujur (atau malas berpikir terlalu njlimet??). who knows.
    Psikotest ini berlangsung selama 90 menit dg 90 soal, saya tidak tahu apa jenis soalnya, hanya saja saya diharuskan menjawab pertanyaan dg memilih 2 option jawaban (A atau B). Tidak perlu banyak berpikir untuk menjawab pertanyaa, bahkan bisa dilakukan sambil mendengarkan musik. Setelah itu dilanjutkan dengan test menggambar orang (diberi nama, usia, jenis kelamin, apa yang dilakukan) dan pohon (jenis pohon).

bersama peserta DA Jogja hari pertama, foto by Ana

bersama teman satu kelompok

Author: LR

mari bereksperimen dengan remahan kata

2 thoughts on “Road to Indonesia Mengajar Part 2 of 2 (Direct Assessment)

  1. huwaaaa….. skrg mbk lukvi dmn? (sepertinya bakal lama menjawab, mengingat skrg mungkin mbk lukvi udh di suatu tempat yag sangat berbeda dg jogja :p )

  2. Superlike! ๐Ÿ™‚
    Tanggal 17 Januari 2013 nanti saya juga akan mengikuti tes DA dari IM. Mohon doanya semoga lancar. Saya optimis bisa menikmati jalannya tes, seperti yang ada di kisah blog ini ๐Ÿ™‚
    Semangat mengajar, pengajar muda! ๐Ÿ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s