krokettahu

menyelesaikan masalah dengan masalah

Lampu Kamar Baru

Leave a comment

Sudah 10 hari mesin genset di Buttutala rusak. Hal ini membuat dusun Beroangin tanpa listrik sepanjang hari tersebut. Gelap. Hanya masjid yang masih menyala sehabis maghrib karena menggunakan tenaga surya, tapi itupun bertahan hanya 2 jam dan dimanfaatkan untuk mengaji anak-anak.

Kemarin, 21 Januari 2012. Tiba-tiba rumah saya ramai. Dan bapak angkat saya meminjam senter saya yang terang dan meminta solasi pada saya, untuk membuat lampu katanya. Saya pikir lampu buat apa? Lalu listrik darimana pula untuk menyalakan lampu tersebut. Bersama Antoni, teknisi lampu yang merupakan tetangga depan rumah, membuat lampu.

Dan saya pun menonton dan karena tidak mengerti, saya memilih mengobrol dengan tetangga yang lain dengan bertemankan pelita.

Selang setengah jam kemudian, Antoni memeberikan saya lampu tersebut. Saya kaget, dan saya bertanya “Buat saya kah ini Antoni?”. “Iye, ini baterainya tinggal diganti saja, dan tahan 1 bulan, kalau mau meyalakan begini caranya”. Dan dia pun menjelaskan. Saya masih kaget, karena saya pikir lampu tersebut dibuat untuk bapak angkat saya atau untuk Indra, anak Antoni yang baru lahir.

Ternyata mereka memang membuat lampu untuk saya, untuk menemani saya ketika malam supaya tidak gelap. Saya sungguh terharu. Padahal saya juga tidak takut tidur sendirian dan gelap-gelapan. Karena membuat tidur semakin nyenyak. Hehehee.

Kemudian saya menerima satu set lampu tersebut, dan saya makin kagum dan kaget pada orang-prang ini, mereka tidak sekolah, namun bisa membuat lampu dari senter bekas dan diberi kabel. Dan yang membuat saya tidak berhenti tersenyum ketika menerima lampu tersebut, mereka membuat itu dengan sangat “niat”. Dibuatkan tempat baterai dari bambu yang pas dengan baterai, kutub positif baterai menggungakan paku dan “grenjeng” rokok. Bagian bawah bambu dilubangi untuk mengeluarkan kabel dan menghubungkan kutub negatif baterai. Kemudian diikat dengan karet ban. Waaaauuwww,, sungguh menakjubkan bagi saya. Kerena ditengah keterbatasan, mereka memberikan saya sebuah fasilitas berteknologi sederhana yang canggih menurut saya. Sungguh manis apa yang mereka lakukan.

Lampu buatan Antoni

Lampu buatan Antoni

Lampu bambu

Lampu bambu

Terima kasih. Saya banyak sekali belajar dan menemukan kebaikan orang Mandar di sini 🙂

Author: LR

mari bereksperimen dengan remahan kata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s