krokettahu

menyelesaikan masalah dengan masalah

Uceng

4 Comments

Uceeng

Uceeng

Aku : “Berapa saudaramu ceng?”
Uceng :  “Empat belas Bu, tapi mati tiga (sambil senyum-senyum)”.

Aku hanya bisa tersenyum ketika dia menggunakan kosakata mati untuk saudaranya yang meninggal. Seolah-olah itu hal yang biasa.

Nama aslinya adalah Budiono, akan tetapi nama panggilan kesayangannya adalah Uceng. Uceng adalah salah satu murid kesayanganku di SDN 33 Buttutala. Dia adalah murid pindahan ketika dia kelas 5. Umurnya sekarang 12 tahun, dan sekarang dia duduk di kelas 6. Dia memiliki saudara yang berjumlah 14. Dan tiga diantaranya telah meninggal dunia.

Dia tidak pernah bertemu dengan ibunya, karena katanya ibunya sudah meninggal sejak dia kecil. Jadi dia tidak mengetahui rupa dari ibu kandungnya. Bapaknya adalah pemain keket (alat musik tradisional Suku Mandar) yang sudah tua. Uceng tinggal di rumah bersama kakaknya dan iparnya. Bapaknya tinggal di desa bawah yang bernama desa Bambangan.

*************************

Di kelas, dia adalah anak yang usil, dan tak jarang mengusiliku di kelas. Dia tak pernah bisa membuatku marah, bahkan dia selalu membuatku tersenyum dengan segala kelakuannya.

Dia banyak mengalah ketika bertengkar dengan teman-temannya. Jika ada yang berkelahi dia akan menasihati temannya. Dan dia tidak pernah menangis (hampir seluruh muridku pernah menangis di sekolah).

Dia tidak terlalu jago dalam pelajaran menghafal semacam IPA ataupun bahasa Indonesia, tetapi dia jago dalam matematika. Salah satu anak yang “nalar”nya jalan menurutku. Sedikit saja saya menjelaskan, dia langsung paham. Jika dia paham, maka dia akan menggerakkan alisnya dari atas hingga ke bawah sambil tersenyum, jika dia tidak paham maka dia akan mengerutkan alis  dan berkata “Aiiihh,, tidak mengerti saya Bu”, sambil tersenyum.

*************************

Keinginannya adalah naik dari Iqro ke Al-Quran. Serta melanjutkan sekolah ke SMP di Bambangan, desa di mana bapaknya tinggal. Dia jarang menabung, karena jarang diberi uang saku. Terkadang dia suka membantu kakanya mencari kemiri, bahkan dia beberapa kali meminta ijin tidak masuk sekolah untuk mencari kemiri. Dan uang hasil mencari kemiri ditabung ke aku. Sesekali juga dia menabung uang hasil jual ayam yang dia pelihara. Ketika ditanya untuk apa uang tabungannya nanti, dia bilang untuk membeli seragam SMP.

*************************

Hasnan, Uceng, Sultan

Ketika kemah, dimana semua anak malu untuk maju lomba pramuka, dia tidak pernah menolak ketika saya tunjuk mengikuti lomba. Yah, anak-anakku adalah anak-anak gunung. Yang hampir seluruh hari-harinya dihabiskan di gunung, jarang sekali turun gunung dan berbaur dengan sekolah-sekolah lain. Sehingga mereka sangat pemalu.

Uceng  mengikuti lomba membuat tiang bendera dan membuat tandu dia ikuti. Dia anak yang pantang menyerah. Ketika dia tidak menang dia hanya senyum-senyum dan berkata ,”Yang penting berani maju, iya kan Bu?”,

Ketika lomba membuat rangka tenda, memang sengaja tidak kuikutkan, karena mereka belum belajar, tapi Uceng memerhatikan anak-anak dari sekolah lain yang sedang membuat rangka tenda dan berkata padaku,”Cuma begitu saja Bu? Kalo Cuma begitu saya bisa”.  “Bisa kamu?”. “Bisa Bu”. “Yaudah, besok kalau ada kemah dan lomba lagi, mau kau ikut lagi?”. “Mau Bu”.

*************************

Ketika teman-temannya mengatakan bahwa guru A tidak enak, guru B suka begini-begitu, maka dia berkata, “Semua guru itu baik, iya kan Bu?”.  Sungguh menakjubkan batinku.

Ketika banyak murid membandingkanku dengan pengajar muda sebelumnya, dia berkata “Setiap guru punya aturan sendiri-sendiri, iya kan Bu?”. Perkataannya sungguh menenangkan.

Perkataannya yang membuat saya tidak bisa berkutik adalah, “Bu Guru, kenapa tidak pakai jilbab? Perempuan bagusnya pakai jilbab Bu. Besok pakai jilbab ya Bu!! “. Ahhaahahhaaaaa.

*************************

Uceng dan suratnya

Suatu hari sekolah kami mendapat sahabat pena dari teman-teman SD di Lampung, dan saya meminta anak-anak membuat surat balasan. Hanya Uceng yang berani menuliskan balasan bahwa dia ingin ke Inggris.

Dia menulis :
“Apa kabar Nama saya Budiono biasa dipanggil Uceng. Tapi aku juga mau ke Inggris. Doainyah semoga sampai ke Inggris nantinya. Amin”.

*************************

Itulah sedikit cerita tentang Uceng. Yah, saya sudah jatuh hati kepadanya.
Uceng, Ibu doakan semoga kamu mendapatkan yang terbaik.

Semoga jalanmu meraih cita-cita dimudahkan oleh Allah SWT. Amiin.

4 thoughts on “Uceng

  1. :’) sweet. salam untuk murid-muridnya ya bu guru 😀

  2. besok pakai Jilbab ya Bu..!!!

  3. hahaha..,, lulus kabeh murid2mu..?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s