krokettahu

menyelesaikan masalah dengan masalah

Buttutala #1

Leave a comment

Malam semakin larut, suara jangkrik dan kodok bersahutan membentuk suatu harmoni yang khas daerah pegunungan. Malam ini udara tidak terlalu dingin, sudah seminggu hujan tidak turun. Meski sudah tujuh hari tidak turun air dari langit, alhamdulillah persediaan air masih aman.

Gelap malam ini ditemani pelita berbahan bakar solar. Sudah hampir dua bulan Dusun Beroangin tidak ada listrik. Mesin genset rusak dan warga belum punya uang untuk memperbaikinya. Jangankan iuran untuk memperbaiki genset yang rusak, untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari saja mereka perlu bekerja ekstra dan kadang berhutang. Apalagi sekarang, musim sedang tidak menentu, tanaman coklat yang merupakan sumber mata pencaharian sebagian besar warga terserang hama penyakit semakin membuat masyarakat kesulitan memperoleh nafkah. Tak ayal lagi, sebagian besar laki-laki di sini pergi ke pulau sebelah barat Sulawesi untuk menyambung hidup.

Yah, musim susah kata orang-orang di sini. Ketika musim seperti ini datang, kampung akan sepi. Para laki-laki dan beberapa perempuan pergi dari dusun untuk mencari sesuap nasi. Tak jarang anak-anaknya juga dibawa merantau. Itulah kebapa di sekolah muridku berkurang.

Mau bagaimana lagi, akupun bingung untuk melarang orang tua mereka membawa serta anaknya pergi merantau. Tak ada yang bisa kulakukan selain mengijinkan mereka pergi dan berpesan untuk tetap belajar. Dan berdoa, semoga besok mereka bersekolah kembali.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s