krokettahu

menyelesaikan masalah dengan masalah

Mereka dan Penggaris

Leave a comment

Penggaris bukan hal yang asing bagi kita semua. Begitu juga dengan anak-anakku di SDN 33 Buttuala. Mereka sudah cukup akrab dengan penggaris. Sehari-hari mereka sudah terbiasa membuat garis dengan benda itu.

Akan tetapi, ternyata, penggaris bagi semua anak-anak SDN 33 Buttutala hanya digunakan untuk membuat garis. Mereka belum mengetahui apa guna angka-angka yang tedapat pada benda pipih yang setiap hari mereka pegang itu. Wooww, sedikit terkejut ketika aku menemukan kenyataan bahwa lima tahun mereka bersekolah, mereka belum mampu menggunakan benda itu secara optimal.

Aku pun berpikir, bagaimana caranya supaya mereka tahu bahwa bilangan pada penggris tidak cuma sekedar hiasan belaka.

Akhirnya aku memutuskan untuk memadukan pelajaran SBK (Seni Budaya dan Keterampilan) dengan Matematika. Biasanya ketika pelajaran SBK mereka selalu menggambar, sudah 3 minggu ini aku tiadakan. Aku minta mereka memabawa pensil dan gunting, lalu aku sudah menyiapkan karton dan beberapa penggaris yang akan aku pinjamkan. (Yah, aku tidak akan memberikan penggaris ataupun sesuatu hal pada mereka secara Cuma-Cuma. Life is hard. Mereka harus mulai belajar untuk bekerja keras demi mendapat sesuatu dari sekarang pikirku).

Aku meminta mereka untuk membuat kubus, balok, prisma dan limas secara bertahap dari yang termudah selama tiga minggu ini. Aku adalah orang yang presisi dan detail. Aku tekankan pada mereka untuk mengukur dengan sebaik-baiknya. Karena jika salah hitungan sedikit, maka bangun ruang tersebut tidak akan jadi.

Jari-jari kecil itupun mulai menggambar garis sesuai ukuran, memotong dan menggabungkan ujung kertas ke ujung kertas hingga membentuk suatu bangun ruang.

20130604-090703 PM.jpg

Sepertinya sifatku yang detail dan presisi sedikit menular pada muridku secara tidak langsung tanpa kusadari. Sebagian besar dari mereka benar-benar presisi. Tidak meleset satu milipun.

Sedikit demi sedikit mereka mulai mengetahui apa guna angka pada penggaris tersebut. Mereka sudah bisa membuat kubus, balok, prisma dan limas. Pelan-pelan aku juga memasukkan logika matematika melalui benda-benda yang mereka buat. And It works. Bahkan mereka selalu menagih untuk membuat lagi, lagi, dan lagi setiap hari Sabtu. Hahhaaa. Sepertinya metode pembelajaran semacam ini menyenangkan bagi mereka.

Sekarang mereka menantang untuk membuat kerucut dan tabung. Tunggu ya nak, sampai kalian berkenalan dengan jangka terlebih dahulu .

20130604-091126 PM.jpg

Buttutala, Maret 2013

Author: LR

mari bereksperimen dengan remahan kata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s