krokettahu

menyelesaikan masalah dengan masalah

Di mataku kalian memang layak dan sudah lulus !!

4 Comments

Dulu, saya tidak mempermasalahkan mengenai UN (Ujian Nasional), karena sepanjang saya menempuh pendidikan dasar hingga SMA, UN bukan momok bagi saya, bukan bermaksud sombong atau bagimana, saya lahir dan dibesarkan di salah satu kota di Jawa, sehingga pengetahuan dan pendidikan yang saya peroleh bisa dikatakan lumayan. Keyakinan lulus selalu ada, melihat nilai-nilai yang saya peroleh dan hasil try out bimbingan belajar yang saya ikuti.

Namun disini, ketika saya menjadi guru Sekolah Dasar, pikiran saya tentang menggampangkan UN berbeda. Di sini saya mengahadapi anak murid saya yang memiliki ragam kecerdasan. Ada yang sudah hafal dan mengerti mengenai akar pangkat tiga, ada yang pandai menyanyi, ada yang sudah hafal perkalian sampai 10 di luar kepala, tak jarang pula yang baru bisa membaca di kelas 5. Wooww !!

Bagi anak-anak di sini UN bukan momok, dalam artian bukan mereka yakin akan lulus UN semua, akan tetapi lebih kepada mereka tidak mengkhawatirkan mengenai kelulusan. Tidak luluspun tidak masalah buat mereka, tinggal menganggur lalu ikut ujian lagi tahun depan, atau bahkan jika tidak lulus akan pergi ke Kalimantan lalu bekerja di kebun sawit.

Saya kemudian merasa bahwa pemerintah ini tidak adil dengan mengadakan UN dengan standart soal yang dibuat Kemendiknas. Entah pertimbangan apa sehingga UN harus ada, dan Kemendiknas mungkin juga mengalami dilema untuk mengadakan atau meniadakan UN, mungkin lho ya.

Di sini anak-anak saya baru mengenal perkalian dan pembagian, sedang Kemendiknas menguji mereka dengan bilangan berpangkat (bahkan sampai tiga). Disini anak murid saya keseharianya bertemu dengan sapi dan kemiri, Kemendiknas menanyai mereka mengenai jadwal kereta api yang mungkin mereka belum pernah melihat wujud batang baja dengan cakram yang berputar itu. Di sini mereka baru saja bisa mengeja, Kemendiknas meminta mereka menangkap makna dari sebuah bacaan tiga paragraf.

Ah, tidak ada gunanya mencari kambing hitam dalam sistem yang seperti ini, sebaiknya memang berbuat, turut membantu menjadikan keadaan lebih baik. Tetap menjadi roda yang senantiasa berputar meski hanya putaran kecil yang mampu dibuat.

Untuk anak muridku kelas 6, Bambi, Risal, dan Uceng.

20130514-104843 PM.jpg

Kudoakan kalian lulus melewati Ujian Pemerintah Indonesia.
Dimataku kalian memang layak dan sudah lulus kiddos !!!
Ps. Lebih kudoakan kalian lulus dunia akhirat ! 😊

4 thoughts on “Di mataku kalian memang layak dan sudah lulus !!

  1. Terharunya, ada guru yg mengabdi hanya setahun tapi tidak pernah berhenti memikirkan keberlangsungan pendidikn murid-muridnya.

    • Terima kasih aryaaa.
      Aku juga terharu dg kalian, ternyata masih banyak yang peduli dan turut menyalakan lilin, seperti yang kalian lakukan. Sungguh2 mengabdi.
      Salam buat Penyala Makassar. 😊😊

  2. “batang baja dengan cakram yang berputar” :*

    sekarang kamu baru menyesal karena ngga punya banyak poto kereta 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s