krokettahu

menyelesaikan masalah dengan masalah

Twivortiare by Ika Natasha

Leave a comment

Akhir-akhir ini lagi hobi baca buku pop (buku pop itu istilah yang diciptakan sendiri untuk buku yang ringan buat dibaca, g perlu mikir banget, dan gaya nulis yang santai). Sudah 4 buku habis dalam 2 minggu ini. Rekor dalam 2 tahun terakhir vroh !!!

Yes, lagi suka baca bukunya Ika Natasa. Awal ketertarikan dari bukunya yang berjudul Critcal Eleven, kemudian mulai iseng beli buku-bukunya yang lain. Total sudah punya dan baca 5 buah bukunya (dari sekian buku g semua oke menurutku). Orang-orang macam aku gini yang bikin penulis bahagia dan bikin mereka tetap terus menulis. Bahahhahahhaaa.

Twivortiare, ini ceritanya pop dan cewe banget. Khas Jakarta dan tentang cinta. Seorang bankir perempuan yang sukses. Fisik oke, umur 30an dan punya suami ahli jantung yang gantengnya bikin jantungan (kontradiktif ye).

Meski ceritanya pop dan cewe banget, aku suka bukunya yang satu ini. Well, ada beberapa yang bisa dicocok cocokin dalam hidup. Selain kisah cinta yang jatuh bangun selama 6 tahun, ada cerita tentang gimana menjalin hubungan sama orang yang profesinya jauh berbeda. Bagaimana Ika Natasaha menggambarkan hubungan Alexandra dan Beno. Bagaimana percakapan terjalin. Bagaimana Alexandra yang sangat tidak mengerti apa yang dibicarakan Beno ketika Beno bercerita tentang hari-harinya di Rumah Sakit. Yes, kadang ngerasain itu, ketika pasangan cerita dan keluh kesah tentang kerjaannya terus kita sama sekali g ngerti, cuman bisa diem dan senyum dan berharap bisa ganti topik pembicaraannya karena bingung mo nimpalin apa. Bahahahhaaa.

Seperti Alexandra, just wondering, ketika pasangan bercerita tentang kerjaannya yang sama sekali kita g ngerti terus g tau harus nimpalin apa, kira2 pada mikir apa ya? Apa mikir duh susah deh punya pasangan g ngerti gini. Or mereka hanya perlu didenger. Pengennya sih yang opsi kedua. Kalau hanya perlu didenger dan ditemenin cerita itu the best case, dan I know what next to do. Kasih support secara emosional dengan cara jangan rewel, bersikap manis dan nurut. Tapi kalau yang pertama dan doi berharap dimengerti, duh mati aja deh kalau harus googling segala macam istilah yang bahkan ngejanya aja g bisa, jangankan ngeja bisa ingat aja uda syukur. Wkwkwkwkwkkk

Satu keahlian Ika Natassa dalam buku ini adalah bikin cerita yang bisa ‘memainkan’ emosi pembaca. Membuat pembaca bisa merasakan apa yang dirasakan tokoh dalam novelnya (kali ini).

Buku ini juga bercerita bagaimana bersama pasangan berjuang mempertahankan hubungan yang hampir tiap hari bertengkar karena beda pendapat, beda pemikiran dan pernah bercerai meski akhirnya rujuk (well, bagian rujuk ini agak aneh sih menurutku, karena dalam cerita mereka adalah Muslim, tapi bisa cerai dan kemudian rujuk dengan mudah, secara dalam hukum Islam tidak semudah itu. Yaudahlah ya, salah satu keanehann diantara semua good point dalam buku itu). Bagaimana memberikan perhatian dan bagaimana belajar bersabar menghadapi pasangan. Beberapa hal practical kok dan bisa dicoba 🙂

Gaya bahasanya juga agak unik. Di buku ini seolah2 kita diajak untuk membaca timeline twitter Alexandra dan DM-an Alexandra ama sohibnya, Wina. Yes, ini cerita kehidupan Alexandra yang dia ceritakan di twitternya. Well, yang uda baca pasti curiga, ini kl beneran twitnya si Alexandra harusnya g muat deh kl 140 karater. Nevermind. Kasian editornya kali kalau harus masitiin semua percakapan Alexandra ama Wina harus beneran 140 karakter. Oiya, berhubung ini cerita tentang twit2annya Alexandra dan Wina, dibuku ini maka banyak kalimat2 yang quoteable dan bisa dipost di social media yes.

Twivortiare (gile, si Ika Natasha mikir apa ya kasih judul buku susah dieja) lanjutan dari Divortiare (dah baca juga, tapi masih bagusan Twivortiare) dan masih berlanjut lagi katanya, oke, kynya harus segera ke Gramed dan beli lanjutannya.

“Loving each other was not enough. It didn’t work out until we figure out that we need each other. That heartwarming feeling that I need him and he needs me. That heartwarming comfort of knowing that u are needed”. – Alexandra

*ps. kynya mulai drama deh, bacaannya uda drama gini. Pfffffttt

Author: LR

mari bereksperimen dengan remahan kata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s