krokettahu

menyelesaikan masalah dengan masalah

Otak-Atik Gathuk (2)

Leave a comment

Meski jedanya lama dengan postingan sebelumnya, tetap harus ditulis 🙂

Jadi gini, setelah saya balas ke-dua FB message yang menemukan sim A dan sim C saya, keesokan harinya keduanya membalas. Dan dua-duanya masih menyimpan sim saya meski saya tidak membalas pesan mereka berbulan-bulan lamanya. Terharu, di Jakarta masih banyak orang baik seperti mereka 🙂
Tentu saja, keduanya langsung saya add as friend via FB. Dan kami pun berbalas pesan serta bertukar nomor HP dan janjian ketemu.

Saya menemui Otoy di tempat kerjanya di salah satu rumah makan di Fatmawati. Tidak tahu berapa umurnya, yang jelas masih muda. Perkiraan baru sekitar awal 20-an. Orangnya baik dan ramah. Ceritnya dia menemukan sim A itu di daerah Ragunan. Dibawa oleh seseorang bernama Usin, yang kadang menyebut dirinya sebagai pangeran panglima kumbang suatu malam, dan malam lainnya entah dia mengaku sebagai siapa. Usin suka mengumpulkan kartu-kartu (SIM, NPWP, kartu nama, dll) karena mengira kartu-kartu tersebut bisa menghasilkan uang, kemungkinan dia memungut sim saya dari jalanan.

Otoy dan Usin

Otoy dan Usin

Ketika itu Otoy menemukan sim A saya terselip diantara kartu-kartu yang sedang dipamerkan oleh Usin, langsung saja Otoy mengambil dan membaca bahwa masa berlaku sim sampai 2019. Entah bagaimana dia bisa membujuk Usin sehingga mau memberikan sim itu kepada Otoy.

Otoy langsung melacak nama saya di FB, karena nama saya cukup unik (dan juga nama FB saya tidak alay) maka dia dengan mudah menemukan saya. Pesan dia kirim dari tanggal 18 Oktober 2015, namun tidak saya balas. Dan dia masih sangat berbaik hati mau menyimpan sim saya dan percaya bahwa saya akan menghubunginya. Namanya jodoh, g akan kemana. Begitu juga jodoh saya dengan si sim, entah apa yang menggerakkan saya sehingga saya cek-cek pesan di FB malam itu, cek-cek pesan yang terfilter. Suatu kegiatan yang amat sangat jarang saya lakukan. Tapi namanya juga jodoh, g akan kemana ….. kemudian hening (>_<)

Rayes, bapak yang baik hati ini yang menemukan sim C saya. Kita hanya bersua via telpon dan sms. Beberapa kali janjian ketemu tapi g jadi-jadi. Entah saya yang ada meeting mendadak atau si Bapak yang tetiba harus menemani bosnya ke suatu acara. Saya hanya mendengar via telpon dari beliau bahwa sim C saya ditemukan di pinggir jalan di daerah Ciganjur. Jauh yaaa. Dan sama seperti Otoy, Pak Reyes menghubungi saya via FB pada tanggal 11 April 2016, namun kembali lagi, saya tidak membaca pesan itu. Dan baru saya balas pada 15 Mei 2016. Beruntunglah saya, bapak ini mau menyimpan sim saya. Saya merasa bersalah, karena belum sempat bertemu dan hanya bisa mengirimkan gojek untuk mengambil sim saya.

Mohon maaf saya belum bisa membalas kebaikan hati kalian.
Terima kasih banyak Otoy, Pak Reyes, dan semesta yang baik sekali kepada saya, saya merasa beruntung.

Hal yang saya pelajari dari sini adalah :

  1. Gunakan nama asli sebagai nama di sosial media, supaya mudah dihubungi
  2. Selalu berbuat baik kepada orang, karena kebaikan akan kembali pada kita suatu hari nanti

Author: LR

mari bereksperimen dengan remahan kata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s