krokettahu

menyelesaikan masalah dengan masalah

La La Land

4 Comments

Bos saya termasuk jago marketing. Doi merekomendasikan La La Land. Katanya, film ini sudah dapet 7 penghargaan Golden Globes dan disutradarai oleh sutradara muda yang berumur 31 tahun, Damien Chazelle (yang juga bikin Whiplash, 2013) serta ini film calon Oscar yang sangat layak tonton. Lalu berangkatlah saya dan 6 teman kantor nonton La La Land.

Spoiler : musik, cinta, mimpi 

la-la-land-featured-2

La La Land merupakan film drama musikal yang bercerita tentang Mia (Emma Stone), seorang calon aktris yang sudah gagal berkali-kali dalam audisi yang bertemu dengan Sebastian (Ryan Gosling), seorang pianis jazz yang bercita-cita ingin membuka klub jazznya sendiri. Alurnya cukup mudah ditebak, Mia yang awalnya tidak suka jazz sama sekali akhirnya menyukai musik itu, berkorelasi positif dengan hubungan mereka. Dua manusia gagal saling jatuh cinta gitu.

20 menit pertama termasuk adengan yang cukup membosankan bagi saya. Cerita pasangan muda mudi jatuh cinta yang dikemas dengan sangat manis dan menggemaskan sambil nyanyi dan nari. Untungnya, musik dan baju-baju Mia yang lucu dan warna-warni bisa sedikit mengalihkan rasa bosan saya.

Sampai pada akhirnya alurnya mulai naik, Sebastian dan Mia cekcok. Sebastian yang idealis dengan aliran jazz murni akhirnya belok ke jazz modern dan ng-band bareng Keith (John Legend) demi pendapatan yang tetap. Sementara Mia terus berjuang di jalan untuk mendapatkan perannya. Konflik dimulai ketika kesibukan Sebastian tur keliling dunia jadi g pulang-pulang kaya bang Toyib. Mia menilai Sebastian sudah tidak konsisten dengan mimpinya. Sementara Mia masih saja gagal mendapatkan peran. Bahkan pertunjukan monolog-nya sepi penonton dan tanpa Sebastian menonton 😦

Bagi beberapa orang, La La Land pasti terasa sangat personal. Sekali lagi, drama dalam La La Land adalah kisah yang bisa dialami siapa saja. Minus nari-nari dan nyanyi-nyanyi tentu saja. Banyak pesan moral di film ini seperti jangan pernah menyerah mengejar cita-cita. Terkadang kita butuh dorongan dari orang lain terutama orang terdekat kita, seperti Mia dan Sebastian yang saling mendukung satu sama lain. Terkadang kita melakukan kesalahan. Terkadang kita tak sengaja menyakiti hati orang terdekat/pasangan. Hidup ini tidak sempurna, seperti kata lagunya :  Here’s to the mess we’ve made.

La La Land adalah film baper di awal 2017. Film ini memberi tahu kita tentang satu hal : bagaimana rasanya meninggalkan atau ditinggalkan saat sedang sayang-sayangnya. Sedih banget gak sihhh. *nangis di pojokan, huhuhuhuuuu. 😭

Sekali lagi La La Land ini sebenarnya ceritanya klise dan biasa banget (dengan ending realistis), banyak orang mengalaminya namun pengemasannya yang oke. Cara pengambilan gambar, pemilihan baju, dan tentu saja musiknya. Bagi saya, musiknya keren. Hahahaha. Terutama City of Stars

Pertama g ngeh, tapi liriknya nambah efek baper juga.

Musik La La Land diciptakan khusus oleh Justin Hurwitz untuk film itu. Katanya doi juga temen sekelas si sutradara.

So, bagi yang suka drama yang realistis film ini layak tonton 🙂

Ps.
Film ini mengingatkan saya pada Sound of Music kesukaan tante saya.

4 thoughts on “La La Land

  1. hari ini udah baca 2 review tentang La La Land dan lagunya keren2 banget.. Jadi pengen nonton kalau film ini rilis di Indonesia 😀

  2. Baru beberapa hari lalu nonton. Penggarapan film nya keren sih. Tone warna sama camera movingnya juara banget.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s