krokettahu

menyelesaikan masalah dengan masalah

Dream Estuary Part 2

Leave a comment

[Sepuluh Januari 2011]

Seharusnya, kita boleh berbangga diri, karena kita memiliki Bispak yang rela menyediakan fitnes gratis di tempatnya berkuliah. Tapi sayang, sepertinya ekpektasi berlebihan tidak baik digunakan dalam memandang suatu hal. Dan itu yang terjadi hari ini.

Satu.. Mobil merah (yang memang benar-benar merah) meramaikan dunia wanita. Jadi, kami tidak lagi repot ketika hujan memaksakan diri untuk menemani kita.

Dua.. Karat sepertinya juga tak mau kalah untuk turut latihan bersama. Dan itulah yang terjadi. Kami harus beradu kekuatan untuk bisa mengalahkan suara “krieet.. krieet..krieet” dari beberapa alat berat yang kami temui hari ini.

Tiga.. kami harus mencari tempat lain untuk membuat latihan fisik tidak terasa berat, dan tetap mengasyikkan (meskipun harus mengeluarkan biaya tambahan).

Dan empat.. kami tidak lagi merasa takut untuk kehilangan teman satu tim. Uul dan Lukvi, inilah kehidupan kita. Tawa, canda, dan kerja sama.. I’m happy today..

[Sebelas Januari 2011]

Hari survei dunia. Mendatangi berbagai tempat fitnes, terpaksa mual melihat otot-otot lelaki bergelantungan, dan memaksakan diri tetap bergerak meskipun hujan mengguyur. Satu kisah klasik yang pantas untuk diacungi jempol.

Dan akhirnya, kami benar-benar bisa merasakan apa arti fitnes, dan mungkin beberapa waktu lagi, kami akan bersorak kegirangan ketika musik-musik senam membuat kami mengenal aerobik.

Terima kasih Cakra Kembang, terima kasih Pak Instruktur, dan terima kasih juga untuk sendawa Bispak yang sedikit banyak mengganggu konsentrasi (so disgusting)..

Sepuluh malam.. Aku masih berusaha membuat contekan untuk ujian Kebijakan Komunikasi. Dan kuharap, kalian juga melakukan hal yang sama, mendapat nilai bagus dengan cara apa pun. Karena pada dasarnya, kita kan tidak boleh melupakan tugas utama kita, menjadi gadis hebat di segala episode kehidupan.

NB : berbagai cara itu tidak selalu sama dengan baik..

Sebelas malam.. masih berusaha menyelesaikan level 22 Dinner Dash. Percayalah, level ini sulit..

[Dua belas Januari 2011]

Masih sama seperti hari biasanya. Rutinitas berlanjut dengan berbagai alat yang ada di dalam gym. Dengan segala kosekuensi kebosanan, kami harus terus melatih otot-otot kami. Setidaknya, tiga orang dari kami bisa menikmati alat pengencang dan pembesar pantat. Kurasa itu lebih berguna. Dan sisanya, tetap sama. Keringat yang mengucur begitu deras, hampir sama dengan mandi mungkin.

Yap! Kurasa latihan ini jauh lebih berguna dibanding jogging dan berbagai latihan yang biasa kami lakukan sebelumnya. Meski terlihat tidak lelah, namun otot yang terbentuk jauh lebih indah dan tertata. Badan juga tidak sakit, dan yang lebih penting, kami masih bisa beraktivitas dengan kesegaran sempurna. Jauh berbeda dengan jogging. Yang lebih sering kami dapat adalah bagian lelah, bukan bagian kesegaran yang kami idam-idamkan.

(aku makan yaaa..)

Kurasa, ada perbedaan antara kita dan pengagum otot berat yang bernaung di sana. Kupikir, hidup itu sudah cukup sulit untuk dilalui, namun mereka menambahnya dengan porsi makan yang harus benar-benar dijaga. Harus memikirkan makanan apa yang mengandung protein, karbohidrat, lemak, vitamin, atau apalah nama lainnya. Mereka pasti mendapat nilai sempurna pada pelajaran Biologi Sekolah Dasar.

Mereka sibuk meminum susu pembentuk otot di tiap waktu yang diharuskan. Sementara kami? Kami lebih bahagia memakan Choki-choki, lumpia yang dibawa Lukvi, Top stobeli yang dibeli di counter, dan nasi goreng bau yang kupersembahkan untuk kalian. Sial!!

Aduuuhhh,, ga banget lah ya mereka itu?

Dan, pukul enam kami memutuskan untuk ke Mr.Bee..Minum jus beraneka rasa, sambil memperbincangkan proses seleksi tim dan proposal yang harus segera kita ajukan.

Esok.. Aku sendirian di Yogya, tanpa ada otot-otot besar yang mengganggu pandangan mata. Kecuali aku, semua kawanku berlatih di air. Seperti biasa lah. Aku masih sibuk dengan ujian hidup UGM.

(intermezo : aku makan nasi cap cay.. dan ternyata, nasinya juga berbau. Kenapa hari ini identik dengan bau busuk?)

[Tiga belas januari 2011]

23.00.. Dan saya baru saja pulang dari rapat Setrajana, dikayuhkannya sepeda saya oleh Evan yang baik hati. Terima kasih, adik. Dan saya baru saja keluar dari kamar mandi. Hal yang paling menyenangkan, mandi dengan sabun Detol – beranggapan bahwa kuman akan mati semua- kemudian, dilanjutkan menabur bedak bayi sebanyak mungkin di dada dan punggung. Akibatnya, laptop saya jadi putih-putih semua. Mungkin dia ikut program pemutihan seperti yang dilakukan tuannya.

Baiklah, hari ini berbeda dari hari sebelumnya. Seharusnya, kami berlatih bersama di air. Namun, karena beberapa kendala teknis, akhirnya aku dan Lukvi harus tetap di Yogya, dan mengikuti program fitnes berdua saja. Dan sisanya, tetap ke Magelang untuk bermain bersama air.

Kabar baik dari ruang fitnes :

  1. Kami berdua tetap bisa melakukan program pembesaran pantat
  2. Aku diajak ngobrol sama atlet hoki nan rupawan. Begini ceritanya :
    Atlet : baru, Mbak?
    Ariel : iya. Baru tiga hari jadi member
    Atlet : sip, sip! (sambil mengacungkan jempol)
    Ariel : (tersenyum..)
    Atlet : itu saudaranya? (sambil menunjuk pada Lukvi)Dan dia melakukan proses bertanya itu sambil memainkan barbel ke arah samping kiri dan kanan secara bergantian.Ariel : bukan, mas..
    Atlet : kuliah di UGM?
    Ariel : iya..
    Atlet : angkatan berapa?
    Ariel : (dengan lagak sok iyes) udah mau selesai kok..
    Atlet : Oh, udah mau skripsi? Ngambil jurusan apa? (sambil terus mengayun barbel ke kiri dan ke kanan)
    Ariel : Iya, ngambil komunikasi.
    Atlet : oke.. lanjutin aja..Dan tiba-tiba ia mengayun barbel ke atas. OOOHHHH MYYY GGGOOOOSSSHHHH!!! Ga ada bulu keteknya ternyata!! Bersih mengkilat, tanpa noda sedikit pun. Gila!! Ga banget buat cowo maco kaya dia.

    Ariel : (ILFIL mendadak)..

  3. Kita berdua terkesan melihat bapak-bapak dengan otot sebesar kelapa tua. Dengan nekat, dia memakai singlet kuning, dipadukan dengan celana ketat mini (yang hanya menutup auratnya) berwarna belang kuning-ungu. God!! Afa-afaan itu? Membangkitkan ingatan akan Peddle Pop Rainbow..

Kabar baik dari ruang air : Mas Rosyid memberi peluang pada kami untuk mencari sponsor lain sebagai sponsor pendukung. Dan kami diberangkatkan dengan pesawat!! Horeeee… untuk pembahasan lebih lanjut, kurasa besok baru ada cerita baru.. See yaa..

Gud lak untuk Justin dan Lelly yang besok akan mengikuti proses lomba kayak. Jika waktu mengizinkan, dan kami belum bosan bertemu kalian tiap hari, kami pasti akan berkunjung ke Gembira Loka untuk menonton kalian..

[Empat belas Januari 2011]

Hari ini adalah hari terakhir kami untuk proses “pendekatan emosional”. Meskipun secara acak, belum ada konflik yang benar-benar terjadi di antara kami. Mungkin kami bisa membuat hal tersebut sebagai sebuah anugerah, atau sebuah bom waktu yang akan meniadakan semua mimpi kami. Dan kuharap, pilhan pertama – sedikit dibumbui konflik- akan mempermudah jalan kita selanjutnya.

Tiga dari kami tidak hadir dalam latihan fisik di gym. Ada yang berusaha untuk memenangkan lomba, dan ada yang harus membimbing adi-adiknya dalam tahap pertama KKN. Dan sisanya, tetap seperti pada menu awal. Pembesaran otot, dengan pemandangan yang sama pula, otot.

Tidak bisa dipungkiri, lama-kelamaan hal ini pasti akan membuat kami bosan, dan entah apa yang harus kami lakukan untuk membunuh segala kebosanan itu. Apakah kami bisa menggantinya dengan belanja sepanjang hari (itu bisa menggantikan 20 menit treatmill )? Atau berenang? Atau mungkin menyebar sekian banyak proposal dalam waktu satu minggu? Atau mungkin berpacaran selama mungkin? Atau, mmmm.. menonton film sepanjang hari, tanpa mandi, tanpa keluar sedikit pun dari kamar (itu berguna untuk mengeluarkan keringat, karena kita tidak mandi sama sekali, jadi ditambah bonus lengket. Sama persis dengan masa setelah kita latihan fisik)?

Aku hanya bergurau.. jangan ada yang cemberut..

Namun memang benar. Kita harus mencari cara lain untuk mendekatkan emosi kita. Saling berbagi cerita, saling mengenal satu sama lain ke jenjang yang lebih padat dan dalam.

Seperti aku mungkin?

Ini adalah aku (mungkin berbeda dengan yang kalian lihat selama ini?) : Aku adalah Martina Ariel. Puteri kedua dari dua bersaudara, pasangan Rudya Handoko dan Agustin Susarmi. Saat ini sedang berusaha keluar dari Universitas Gajah Mada. Jika tidak, aku harus mengeluarkan begitu banyak uang untuk pihak yang sudah kaya.  Oh ya, aku ambil jurusan Ilmu Komunikasi, yang dulunya kupikir adalah satu bagian ilmu yang mempelajari bagaimana berbincang dengan manusia lain. Ternyata salah besar! Memang ada bagian itu, tapi persentasinya sangat kecil dibanding dengan pemikiranku selama dua bulan sebelum lulus SMA.

Aku sangat, sangat, dan sangat suka makan. Tidak semua gadis seberuntung diriku. Makan sebanyak apa pun, aku tidak bisa gemuk. Maksimal hanya bertambah tiga kilo dari berat badan normalku. Hal inilah yang mendorongku untuk semakin menyukai makan. Aku tidak menyukai ikan, dari laut atau empang. Seafood juga tidak, brokoli, kulit dan segala lemak hewan apa pun, otak, tulang rawan, daging yang bersentuhan dengan tulang dan ditumbuhi urat, serta makanan-makanan baru yang terlihat asing dan kurang enak dipandang mata. Jauhkan semua itu dariku.

Aku merasa bahwa aku orang yang cenderung diam. Tidak santai dalam menghadapi suatu masalah, mudah panik, mudah tersulut emosi siang bolong, dan kadang tidak berpikir panjang. Dan aku hanya bisa diam jika marah. Aku lebih suka diam dan memendamnya. Melupakannya barang sejenak, karena kupikir, dua jam kemudian aku akan merasa lebih baik. Mudah terpengaruh pada rayuan, entah dalam bentuk apa pun. Aku tidak terlalu suka pada keramaian, terlalu berisik. Aku tidak suka pada teknologi yang terlalu canggih. Aku menyukai sesuatu yang natural dan tidak dibuat-buat.

Aku suka kopi pahit, aku suka susu dengan segala rasa. Aku suka sambal dan lombok. Aku suka belanja. Aku suka Holden. Aku suka anjing, sangat suka!! Aku selalu terlibat masalah hati jika berhubungan dengan penyiksaan hewan. Analoginya adalah, aku lebih bisa menusukkan gunting pada perut manusia, dari pada harus melihat ayam yang menjerit kesakitan ketika dipotong. Tapi ironinya, aku memakan daging mereka (maaf). Aku suka gaya berpakaianku. Aku suka dompet kulitku yang semakin mengkilat. Aku suka melihat kebersihan, dan aku rela mengeluarkan keringat berlebih untuk sesuatu yang kuanggap berantakan (jangan sekali-kali meminta aku memberesi kamar kalian! Karena itu jelas bukan bagianku).

Aku tidak terlalu suka pada lelaki romantis, karena tidak akan ada backsound  musik ketika dia menarik kursi restoran untukku, memberi bunga setaman, membukakan pintu mobil, mengajakku makan dengan sejuta lilin, atau memberiku kejutan di hari jadi kami. Mengapa aku tidak terlalu suka? Pertama, karena aku tidak terlalu kaya untuk menjalani poin ketiga. Kedua, karena semuanya belum pernah terjadi padaku. Sejak awal aku mengenal laki-laki, hanya aku yang bersikap bodoh, mengingatkan mereka bahwa “hari ini tepat satu tahun kita..”. What the fuck?!! Laki-laki tidak akan peduli dengan hal-hal semacam itu, kecuali dia benar-benar penyayang wanita.

Aku suka laki-laki yang bisa bersikap sebagaimana layaknya laki-laki. Cakap, cakep, cukup. Hanya itu kriterianya. Oke, ini adalah bagian yang kusukai dari kekasihku yang sekarang. Dia pasti akan menoleh ke arah kakiku jika berada di jalanan yang macet, memastikan bahwa kakiku tidak bersentuhan dengan bahu jalan atau motor lain. Dia tidak akan lupa melakukannya. He’s a nice jockey. Dia tidak terlalu sering mangatakan “aku sayang kamu..”. Namun, dia bisa melakukannya di saat yang tepat. Dia paham benar, jika aku diam, maka aku marah, dan dia akan mengikuti langkahku untuk diam. Tidak bisa dibiarkan! Dia atau aku yang harus mulai membuka perbincangan. Dan caranya selalu berhasil. Akhirnya selalu sama, aku yang pertama membuka perbincangan. Kemudian, dia hanya tersenyum, dan aku akan melupakan kemarahanku. Dia sangat paham bahwa masa sebelum menstruasi adalah masa rawan, maka dia akan selalu menjaga perasaanku. Hal-hal sepele Itu yang membuat dia menjadi tipe laki-laki yang aku suka.

Hmmm.. kalian akan mengenalku lebih lanjut. Bacaan di atas hanya kulit luarnya saja. Kalian belum merasakan perubahan moodku secara mendadak, bukan? Seperti kalian  melihatku menangis karena lele, seperti itulah moodku (dan bukan benar-benar karena lele!!).

Oh iya, proficiat  untuk Lellllly (masih kurang ga “l” nya?) dan Justin. Juara tiga dan sembilan tidak terlalu buruk. Itu hanya kelipatan saja..

[ Tujuh belas Januari 2011]

Keyword : KERINGAT..

Dua hari setelah masa istirahat. Dan kembali kami harus melewati satu latihan yang cukup menguras keringat. Aku rasa ada bagian yang perlu dibenahi di sini. Bukan kesalahan kelenjar keringat atau jantung kita yang bekerja terlalu keras, tapi ada satu hal yang kuperhatikan, tempat latihan kami mungkin memang sudah di set  untuk membakar lemak dan kalori. Yap! Tempat latihan kami cukup pengap, dengan karpet biru yang mengalasinya. Dipenuhi dengan kaca-kaca besar yang bisa menunjukkan kemajuan pembesaran otot. Aku berpikir demikian : kaca bersifat memantulkan cahaya. Dan di keempat sisi ruangan dipenuhi dengan kaca, maka jadinya, kaca-kaca itu saling berebut untuk memantulkan cahaya. Cahaya berkumpul di tengah ruangan, dan kami yang harus kepanasan. Begitukah penjelasan ilmiahnya? Hahaha.. Ini adalah salah satu alasan saya terjun dalam dunia sosial. Semua pendapat bisa dibenarkan.

Kronologis kejadian : Lelly dan Justin lebih dahulu melakukan trainning. Sementara Ariel dan Lukvi harus diam di dalam kamar barang sejenak untuk menanti hujan reda. Uul juga terlambat, mungkin dia juga menanti hujan bersahabat. Nuri.. kurasa dia tepat waktu. Tapi ternyata, ketika aku dan Lukvi datang, mereka berdua sudah mengayuh sepeda. Jadi, sebenarnya aku dan Lukvi sangat terlambat. Bispak datang terlambat sekali, dia datang dengan kaki yang basah. Hanya itu yang bisa kuceritakan di dalam ruangan fitnes.

Soto Lamongan dekat UNY : kami membahas berbagai hal yang menyangkut latihan fisik dan latihan air untuk minggu ini. Termasuk juga, proposal yang harus kami buat dan kami sebarkan bersama-sama. Banyak hal yang harus dikerjakan sebenarnya, dan sulit untuk memulainya. Tapi, semua demi “KITA BISA JAJAN DI SANA, KAWAN!!!!”. Jadi, kita harus memeras keringat lebih dalam lagi. Begini saja, bagaimana jika kita membuat proposal itu di dalam ruangan fitnes? Dari situ, keringat kita pasti bisa terperas dengan baik.

Sudah ya.. sepertinya hari ini adalah cerita yang cukup membosankan. Alasan utamanya adalah, saya mengantuk. Sangaaaatt mengantuk…ditambah lagi, suasana di luar sungguh mendukung. Hujan amat lebat dan berangin..

[Delapan Belas Januari 2011]

Tak jauh beda dengan hari lainnya. Tak ada yang menarik untuk diceritakan hari ini. Bahkan aku juga bingung mau menulis apa.

[Sembilan Belas Januari 2011]

Dua orang tua dan dua orang muda yang berlatih di gym. Lukvi Ariel dan Nury dan Bispak. Bispak langsung kembali ke peradabannya, dan sekali lagi aku dan Lukvi harus berkomentar tentang kekasih Nuri yang selalu tidak tepat waktu. Seharusnya dia berjalan bersama Tommy saja. Lebih baik dan menarik.

[Dua puluh januari 2011]

Ini salah satu hari yang mencengangkan di antara latihan yang pernah kami lakukan. Mengapa?

Satu, air berkawan dengan kami. Berwarna cokelat, dan membuat kami sangat bahagia. Kami berteriak layaknya tamu fun rafting. Sangat membahagiakan. Adik-adik bisa berlatih naik perahu dan menjadi skipper. Dan satu-satu dari mereka memiliki mentornya sendiri-sendiri. Ariel untuk Greya, Justin untuk Nury, dan Lelly untuk Bispak. Yang paling menyenangkan adalah, kami tidak perlu terlalu lelah untuk menjalani latihan.

Dua, baru kali ini kami kembali ke Jogja melewati hutan dan jalan berliuk-liuk penuh hambatan. Tidak! Itu sangat mengerikan. Tiga jam harus kami lalui untuk bisa kembali melihat peradaban. WOW!!!! Itu sungguh WOOWW.. Kalian juga berpikiran sama denganku, bukan? Untung Nuri tidak disatukan dengan Greya. Dua wanita yang memiliki kelainan mata. Aku tak bisa membayangkan mereka hilang di tengah truk-truk besar ketika yang lain sudah duduk manis di Manut.

Tiga, kami bisa bertemu dengan Dhangku. Kali itu adalah pertama kalinya kami mendengar suatu hal yang nyata dan realistis. Dana yang kami butuhkan tidak sedikit. Itu adalah hal wajar yang harus kami ketahui. Dan sisanya, kami bisa makan gratis malam ini. Menyenangkan. Benar-benar menyenangkan.

Empat, Greya tidur di tempatku, dan mengapa dia begitu hebatnya bisa tidak mandi dari pagi hingga selesai acara hari ini? GOODD?

[Dua puluh satu Januari 2011]  

Ah, hari ini mengapa begitu malas? Benar-benar malas. Siapa pun dari kalian, aku yakin merasakan hal yang sama denganku. Karena hujan mungkin? Atau karena sakit? Atau karena tidak berniat melakukan apa pun? Atau karena ingin belanja dan tidak memiliki uang? Mungkin itu masalah utamanya? Hari ini tidak banyak yang fitnes. Aku ingin sebenarnya, tapi terhambat masalah rapat pengurus. Dan aku benar-benar terjebak dalam kemalasan.

**Seharusnya, dan sudah selayaknya, kita berangkat dengan ingatan bahwa “KITA BERTANDING UNTUK YANG TERAKHIR KALINYA”. Dengan begitu, kita akan bertanding dengan segenap tenaga dan pulang dengan senyum yang benar-benar mengembang. Bukan tangis haru yang tidak kita sukai..**

[Dua puluh empat Januari 2011]

Maaf ya… aku tidak bisa mengikuti latihan seperti biasanya. Karena alasan orang tua dan beberapa alasan lain, aku harus kembali ke Malang. Untuk satu minggu ke depan, aku tidak bisa bercerita tentang hari-hari kita. Aku hanya bisa bertanya tentang kegiatan kalian, dan kutulis di sini. Tapi tenang, aku masih bisa membayangkan apa yang terjadi di sana. Mataku ada pada tiap beban yang kalian angkat… agagagagagagagag…

Kabar pertama yang aku dapat : Greya, kenapa dia harus sakit lagi? Tiap lomba pasti sakit. Awas ya kalau karena alasan Kalimantan. Sulawesi deket kok dari sana, tinggal nyebrang dikit.

Kabar kedua yang cukup mengejutkan : bapak Paddle Pop Rainbow hari ini tiba-tiba berubah menjadi pemain sirkus jalanan. Goooodddd!!! Apa yang terjadi pada dirinya? Grey, kamu punya temen buat diajak dangdutan.. Cucok banget kayaknya.. Kamu celana cut brai coklat dengan aksen pita-pita, dia dengan celana panjang kain kombor-kombor dengan aksen garis ungu kehitaman campur putih.. (mungkin dia pengen jadi Campina Blueberry??). Ya oloh, ya oloh.. Ampuni mereka berdua!!

Kabar ketiga : karena Grey harus istirahat (capek dangdutan mungkin ya..), dia tidak bisa latihan. Yang berangkat hanya Lukvi, Bispak, dan Justin. Aku? Aku lagi makan telo godog sambil minum teh hangat. Di sini hujan deras, jadi aku batal latihan..

[Dua puluh lima Januari 2011]

Masih sama seperti sebelumnya, latihan diisi dengan kegiatan – yang aku yakin sangat membosankan-

Hari ini ada kabar dari Lelly. Tentang beberapa hal yang harus kami bahas bersama (bukan, lebih tepatnya mereka, tanpa aku). Masalah proposal, dan masalah tiga wanita kecil yang cukup krusial untuk diperbincangkan. Ya, ada keluhan tentang mereka bertiga. Bispak, seperti biasa, tenaga yang terlalu berlebih tanpa adanya kestabilan juga tidak baik untuk dilanjutkan. Nuri. Kupikir tidak ada masalah dengan anak ini. Tapi ternyata, Lelly mengungkapkan bahwa dia benar-benar tidak bertenaga. Padahal jika kulihat, tenaganya cukup stabil dan tidak melakukan dayungan kompulsif. Sementara Greya, dia justru sakit di saat-saat penting. Dasar!

Aku belum tahu kabar berikutnya. Namun aku yakin, Lelly pasti menginginkan latihan lebih untuk mereka bertiga. Hanya itu satu-satunya cara, kawan..

[Dua puluh enam Januari 2011]

18.43

1 message received.. Lelly.. Read now?

“Riel, adikmu ada yang mau ikut latihan tidak? Karena si Anak Satu Bumi tidak jadi ikut”

“Ntar ya Lel, ta takok’ke bocahe disik.”

Setelah proses lobi berlangsung, ternyata Umar, adikku tidak bisa ikut proses latihan, baik latihan fisik maupun latihan di air. Padahal aku sangat yakin, Lelly sms aku pasti karena kekurangan orang untuk diisikan di dalam perahu. Iya kan?

[Dua Puluh Tujuh Januari 2011]

Latihan air dimulai. Dan aku tidak bisa ikut. Umar juga. Dia baru bisa mengikuti kegiatan pelatihan tanggal 8. Aduh adik, kami membutuhkan dirimu beserta konsistensinya. Aku tidak yakin dirimu bisa mengikuti langkah kami. Dengan segala macam kesibukanmu, dengan lelakimu,  atau dengan kegiatanmu di Setrajana. Aku belum percaya kau bisa hidup di luar. Maaf ya..

Biasanya bagian latihan air adalah bagian terpanjang yang bisa kuceritakan. Karena banyak kejadian yang membuat kami beradu mulut atau beradu kemampuan. Tapi tidak kali ini. Sial! Karena aku masih di Malang.

Hanya beberapa kabar ini yang bisa aku tuliskan. Kurasa kalian tak perlu membacanya, karena kalian tahu pasti bagaimana proses latihan hari ini..

Keyword: Perahunya berad beud..

Luke : perahunya berat beud..kayak ditambah bandol 85 kg sepanjang jalan.

Lelly : mav mav mav. Td qu gi di jalan,lat hr ne ditemani  Mr. Ada tim b juga. 3 orang dari mdwn, awalnya aku jadi skipper sendiri di tim b, dan Uul di tim a. Setelah rest, aku dan Uul jadi partner. O oya, tadi ada yang latihan naik perahu, tapi murni pull up tanpa pegang tali tengah. (untung aku ga ikut). Latihan slalom di start berdua-dua, verrying di Kedung Celeng berdua-dua, dan latihan sprint panjang dalam di rest berdua-dua.

Uul : hehehehe.. asik-asik.. tapi perahunya berat beud..

Tampaknya benar-benar berat hidup kalian hari ini..

Aku? Aku juga berat sekali.. Kalian tahu kenapa? Hari ini aku memberanikan diri untuk berbicara pada orang tuaku tentang Udin. Tiga tahun aku menjalin hubungan dengannya, belum pernah satu kali pun aku membicarakannya dengan orang tuaku. Aku percaya, bahwa jujur adalah salah satu jalan yang harus kupilih. Lagi pula, sejak kecil kita diajarkan untuk berbicara jujur. Tapi tak semudah yang kubayangkan, kawan.. jujur tidak selalu berakhir menyenangkan. Pada intinya, aku harus menambah lima kilo dari bandol kalian. Seharian penuh mataku seperti menggantung. Dan otakku ada di gantungan itu. Terpisah dari tulang tengkorak. Kata manajer kita, itu saat-saat di mana kita menjadi BODOH. Ibuku merestuiku, tanpa senyum sedikit pun, dan ayahku, sama sekali menolak keberadaannya. Katakan, bagaimana aku harus membuang bandol ini?

Aku sedih, kawan..

[Dua puluh Delapan Januari 2011]

Intermezo : Ibuku sama sekali tidak membahas keberadaa Udin, aku menyerah. Aku belum bisa memutuskan apa-apa. Mudah-mudahan kejadian ini sama sekali tidak berlanjut. Karena bisa berakibat fatal pada fokus otakku. Dan akan merembet ke perahu kita. TIDAK!!!! Aku tidak bisa membiarkannya.. Ini saatnya belajar untuk menjadi profesional.

Greya memberi kabar gembira untuk kita semua. Ya ya yaaaa.. kita diminta menjadi tim rescue tanggal dua besok. Ada sembilan belas perahu yang akan kita dampingi. Ini bukan hanya kabar baik untuk tim kita. Juga untuk tim manajerial. Karena dengan begitu, ada tambahan uang saku ke Sulawesi. Hahahahaha… Horrraaayyyy…

Dhangku,, ada susu stroberi atau Conello tidak?

[Dua Februari 2011]

Menangis bukan satu hal yang patut dibanggakan atau bahkan dikeluhkan. Namun diharuskan. Semuanya akan tampak lebih baik dalam kurun waktu air mata itu terjatuh. Hingga saat ini, aku masih mengingat kata-kata salah seorang bibiku “kamu boleh menangis untuk segala hal dalam hidupmu. Tapi cukup dua jam. Karena setelah itu, kamu harus mencari solusi masalahmu.” Dari situ aku bisa paham, bahwa menangis bukanlah satu jawaban yang pantas untuk masalah yang dihadapi. Mungkin perasaan kita menangkap, bahwa akan ada perbaikan atas satu situasi yang memojokkan kita ketika kita menangis.

Dan hari ini, kami sempat terdiam melihat Greya menangis. Dengan wajah terlipat, dengan mata yang memerah, dan dengan tubuh yang terbalut sleeping bag. Kami terhenyak. Baru kali ini kami duduk bersama, berbincang untuk masalah yang terjadi dalam tim kami, dan ADA YANG MENANGIS. Kuulang untuk memperjelas, MENANGIS! Kukatakan bahwa hal itu bagus! Karena hari ini timbul satu kepercayaan lebih dalam tim kami. Aku tidak yakin dia akan menangis di depan orang yang tidak dipercayainya.

Baiklah. Mungkin akan sedikit rancu jika aku menceritakan awal mula kisah hari ini dengan keluh kesah Greya. Akan kuceritakan lebih lanjut tentang semuanya..

Dua Februari, kami menyepakati untuk latihan air bersama. Tawaran ini didatangkan dari Dhangku. Dia menawarkan pada kami untuk menemani 19 tamu dari Sari Husada. Dan status kami saat itu adalah sebagai tim rescue. Dengan predikat yang kami bawa, kami yakin dan percaya bahwa akan ada sesuatu yang bisa kami pelajari. Ternyata benar!

Ditemani berpuluh manusia laki-laki, kami berhelat di depan mereka. Bukan salah mereka sebenarnya jika mereka tidak mau kalah dengan tim kami. Wajar lah ya.. Mereka laki-laki, dan tidak akan pernah mau berada di belakang kami. Itu satu kebodohan mereka. Kami rescue, dan ada untuk menyelamatkan kalian, bukan disediakan untuk motor penggerak kalian. Bagemane si?

Komposisi dalam perahu saat itu begini : Uul dan Lukvi sebagai pendayung depan, Greya dan Bispak sebagai pendayung kanan, Nury pendayung kiri, Ariel dan Justin pendayung belakang. Lelly? Di mana Lelly? Itu.. Mana si? Dia bersama laki-laki tua nakal.. (perahu kami ringan, tapi bobotnya bertambah di sebelah kanan). Kalian tahu lah ya di mana letak bobot tambahan itu..

Awalnya mulus, kami bersantai, berlatih seperti biasa, dengan dayungan yang biasa, dan dengan air yang sangat biasa kecilnya (itu bukan bagian fun untuk kami. Untungnya posisiku di belakang saat itu). Tiba di Jeram Keriting, entah karena kebodohan tamu atau kekurangsigapan kami, ada dua orang tamu yang terlempar dari perahu. Bukan terlempar, lebih tepatnya terjatuh dari perahu. Sebagai rescue, seharusnya kami sudah siap di bawah jeram, melemparkan throwing bag pada tamu, atau menjemputnya dengan perahu kami. Tapi yang terjadi adalah sebaliknya, kami belum siap sama sekali. Aku dan Lukvi masih berusaha naik ke bebatuan untuk persiapan, dan sisanya masih sibuk membenahi perahu menuju titik yang lebih tepat. Untungnya, ada perahu tamu lain yang sudah lebih dahulu dibanding kami. Jadi dua nyawa terselematkan. Itukah cermin perusahaan yang kata Dhangku memiliki safety procedure nomor satu di Indonesia? O tidak! Nomor satu seperti itu, bagaimana yang belum memiliki Standard Operational Procedure? Aku yakin, jika mereka juga hadir dalam fun rafting ini, mereka pasti akan telanjang di atas perahu. Tidak mau menggunakan pelampung dan peralatan pelindung diri lainnya.

*60% kesalahan mereka terletak pada : guide  tidak memberi tahu tamu bahwa kita adalah tim rescue. 40% nya : tamu tidak tahu bagaimana seharusnya kinerja tim rescue, dan mereka mungkin mengetes keberadaan kami. Niat buruk memang berakhir buruk, Pak!*

Selanjutnya, di rest area. Jika kami tahu bahwa tamu begitu cepatnya turun ke sungai lagi, kami tidak perlu naik ke atas dan mencicipi serabi Solo. Yang terjadi kemudian bisa ditebak. Perahu rescue yang seharusnya berada di depan, harus tertinggal jauh, dan kami hanya bisa mengejar ketertinggalan sejauh 5 perahu. Catatan penting di sini. KITA YANG KURANG SIGAP!

Mendayung, mendayung, mendayung, dan berusaha mendayung terus. Menambah ritme, panjang dalam, ditambah lagi, dan lagi.  “Masuk, masuk, masuk, masuk!!”, aku berteriak untuk menyamakan ritme dayungan. Dan kurasa kalian hanya menganggap sebagai bisikan. Tapi, kita belum berhasil menyusul perahu yang berada di depan. Mengapa? Ada yang salah dengan dayungan kita? Atau memang jarak mereka yang terlalu jauh?

Setelah beberapa waktu, kami tiba di finish Ello. Tidak ada kejadian istimewa di bagian ini, kecuali kami harus berjalan pulang untuk bisa kembali ke basecamp. Ya, mobil penumpang tidak cukup untuk memuat kami. Jadi, kami yang harus mengalah untuk itu. Tiba di jalan berbatu, kami sempat melihat Greya berjalan begitu cepat dan tidak berarah. Menyeberang jalan, dan tiba-tiba dia berbelok ke pekarangan. Kupikir dia menemukan jalan pintas. Sempat beberapa dari kami ingin mengikutinya. Tapi ternyata dia salah jalan. Salah jalan? Padahal trotoar sudah tersedia dengan baik di sebelahnya. ???? ada apa ini?

Seperti sebelumnya, kami sibuk sendiri-sendiri. Berebutan mencari baju bersih, dan berebut mencari kamar mandi yang kosong. Tidak lama kemudian, kami semua bersih. Tidak ada lagi yang kotor atau bau ikan.

EVALUASIONG..

Di sini, ini saat yang menyenangkan, atau bahkan menyebalkan bagi sebagian orang. Karena di bagian inilah kami bisa menyampaikan pemikiran, pembantahan, penanggapan (penanggapan? Bahasa apa ini?), dan pertunjukan saling menyalahkan.

“Bispak dan Greya! Kenapa kalian tidak evaluatif? Bebel kalau orang Jawa bilang. Dayungan masih aja sama, dan sama sekali tidak diperbaiki.”

“Maksudku ga kaya gitu, Mbak. Aku berusaha mendayung, tapi ketutupan orang di depan dan belakang, jadi tidak bisa mendayung dengan benar”

“Ariel dan Justin sudah benar menentukan jalurnya. Mungkin karena mereka terbiasa di depan, dan sudah hafal jalur. Tapi sayangnya, mereka tidak berkomunikasi dengan pendayung depan. Jadi, seperti ada dua tim di dalam satu perahu.”

“Hehehehehehe… kurasa ke-klop-an kami terlalu berlebih. Jadi kami tidak merespon komunikator di bagian depan.”

“Kurang ajar, Lukvi! Jadi dari tadi kita ngomong di perahu tidak didengar sama mereka. Sialan!”

Bersama-sama : “Hahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahaha”

Dhangku : “maaf ganggu bentar. Ini buat Lelly, dan ini buat kalian beli Conello”. Yap! Mata kami jadi hijau karena ada tiga lembar uang biru untuk jajan kami.. HOREEEEEEEE!!!! Terima kasih, Dhangku dan MR.

“Kalau dari Greya sendiri bagaimana? Dari tadi belum ngomong”

Suasana hening. Dan kami mendengar ada yang menangis. Menutupi mukanya karena malu. Dan dia adalah Greya. Seperti yang sudah kukatakan di atas tadi, kami terkejut melihat ada yang menangis. Benar-benar menangis di hadapan kami.

“Kenapa, Grey? Kamu ada masalah? Jika kamu menangis karena masalah pribadimu menangislah, dan kamu boleh diam. Tapi jika kamu menangis karena ada masalah di tim ini, kami memaksamu untuk bicara”

Pelajaran lagi : Dalam bagian tertentu, kami harus belajar bagaimana caranya menjadi orang egois. Memaksa untuk mengatakan apa masalah dari tiap orang dalam tim kami. Karena kembali lagi, kami bermain dalam tim, bukan dalam taraf individu.

“hikz, hikz, hikz….”

Kami diam…

“Enggak, aku ga ada masalah dengan tim ini. Aku aja yang eror. Karena aku capek habis survei kemarin, dan pikiranku jadi bercabang-cabang”

“OOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO….” bulat..

Ternyata…

“Jadi benar ya tidak ada masalah dengan tim ini?”

“Iya”

“Kalau begitu, evaluasi kali ini selesai, dan kita bisa istirahat. Kalau ada yang mau menonton film silahkan..”

Begitulah akhir hari ini. Ditutup dengan manisnya. Tawa, tangis, dan gorengan hangat untuk kami. mengesankan. Kita tunggu apa cerita besok. Pasti akan lebih menarik.

Bersambung …..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s