krokettahu

menyelesaikan masalah dengan masalah

Dream Estuary Part 4 – End

Leave a comment

[25 Maret 2011]

Hari pertama kami berlaga. Seperti biasa, diary pembukaan ini dimulai dengan degub jantung yang terus bergerak. “Guys, main cantik dan menang yak!”. Main cantik. Itu adalah satu-satunya harapanku ketika hitung mundur dimulai. Karena aku yakin, manusia-manusia di pinggir sungai itu akan bersorak riuh ketika dayung-dayung kita bersentuhan dengan air pada waktu yang bersamaan. Dan aku yakin, ketika dayung berdiri sejajar dengan semangat “cantik” kita, kemenangan itu adalah bonus terbesar yang akan kita dapatkan.

And, benar kan?

04:21. Catatan waktu sprint kita mengalahkan dua tim putri dan beberapa tim putra.. Tanpa menginjak batu terlalu lama, tanpa ada yang turun dari perahu, dan tanpa emosi sedkit pun. Kita lolos tahap pertama, dan kita membuat down dua tim putri lainnya. Haaa!!!

Head to head?? Tentu saja kita bisa dengan mudah masuk ke dalamnya. Setelah lolos dari Citarum (lolos di sini dimaksudkan dengan tidak bisa masuk ke dalam catatan watu terbaik), dan lolos dari Malaysia (lolos di sini berarti tersendat beberapa batu busuk), kini kita bisa dengan mudah meninggalkan gadis Cina di belakang kita. Bye, bok!! Nama FAJY ada di dalam kotak BYE !!!Bahkan, kalian tahu? Aku bisa ikut memberi semangat dari tepi sungai ketika mereka belum sampai pada garis finish. Bisa menebak berapa catatan waktu kita? Aku lupa. Tapi kita beda cukup jauh dari mereka. Well done!

Bonne Apres..

Ooowww.. Ini saatnya kita jadi anak muda donk. Bersama siapa? Bersama adik-adik kita doonkk.. Siapa yang menyangka kalau mereka naksir berat sama kita? Seberat bobot Bispak mungkin? Atau kurang berat?  Dan siapa sangka kita juga (tiba-tiba) naksir berat sama mereka. Mungkin gara-gara Jono ngajak makan bareng kali yak?

Iya mungkin..

Ceritanya dia kan lagi ulang tahun. Tiba-tiba di dapur (05.00), “Riel, ngko awan kene mangan bareng Kapinis wae yo?” Makan bareng?  Boleh-boleh, boleeehh..

 Yah, di situlah kami bisa saling mengenal, bisa saling berbagi makanan, bisa saling tahu kalau mereka juga gila..

Mestinya, kita ga usah pindah base camp yak? Lagian ga ada bedanya kita pindah atau enggak. Mulai dari hari ini sampai besok-besok, cerita kita hanya berkutat di tempat yang sama. Di base camp Kapinis. Main kartu, curhat, ketawa-ketawa. Semuanya di tempat yang sama.

  • Ada satu poin penting yang ingin kusampaikan di sini. Terlepas dari kita siapa, atau siapa mereka. Hari ini, tepat di saat pertandingan head to head antara Bolang dan Borang. Sebagian dari kita tahu bahwa ada konflik di antara mereka. Tapi sayang, aku melewatkannya. Waktu itu aku mandi apa ya?
  • Yap! Mereka yang tidak terbiasa kalah harus menelan beberapa pil pahit karena emosi yang tidak stabil. Garis bawahi poin “konflik” dan “tidak terbiasa kalah”. Selalu di atas, selalu menang, dan belum pernah jatuh terinjak di bawah.
  • Aku bersyukur bahwa ada konflik di antara mereka. Pernah aku katakan di awal, aku menunggu saat di mana kita melepas semua emosi, dan belajar menerima. Dan aku bangga pada kalian, wanita. Dengan emosi merendah, dengan kepala yang bisa didinginkan, kita bisa duduk melingkar dan menyelesaikan semuanya, dan kita bisa semakin mengenal karena adanya konflik itu.
  • Itu bedanya kita (yang sudah berumur), dengan Bolang (yang tergolong masih remaja). Menang bukan berarti harus selamanya di atas. Mereka selalu, dan selalu bisa menjadi yang pertama. Namun, hanya bergerak di satu garis lurus, tanpa ada kurva naik turun yang membuat mereka lebih nyata dalam kehidupan. Kita? Kita yang sudah bersahabat dengan kekalahan, bisa tertawa dengan adanya makian dan kritikan. Tertawa!! Tertawa pada kekalahan. Kalian belum bisa, anak-anak.

[26 Maret 2011]

“Kalian jangan lama-lama ya, kasihan juri yang nunggu”.

“Aminn, amin, amin..”

Kukatakan pada para penerus FAJY, kita sudah menyiapkan ratusan fans untuk kalian. Betapa banyak yang mendukung tim Yogya. Nama yang sudah susah payah kami bentuk, tinggal kalian poles, dan silahkan nikmati buahnya.

“Limaaaa.. Empaaat..”

Jantung kami terus berdegub, lebih kencang, semakin kencang, dan terus bergantian dengan hela nafas yang kami keluarkan. Mata kami tertunduk, sejajar dengan air di bawah perahu kuning kami.

“Tigaaa..”

Gate merah dan hijau sama sekali belum terlihat. Aku yakin, kalian hanya melihat bagian perahu yang kalian duduki.

“Duaaa…”

Teriakan penyemangat terus berlarian keluar dan masuk dari telinga kami. Kamera terus diarahkan pada raut wajah kami yang makin buruk.

“Satuuuu..”

Ini dia, ini saatnya..

“Goooo!!!”

Dayung terayun dengan sangat pelan. Kami tidak ingin mengambil resiko untuk mendayung lebih kencang. Kami yakin, tenaga kami tidak akan cukup hingga finish jika kami habiskan di flat start.

Gate 1-hijau.. : santai, santai, ga usah panik.. “Ariel, tarik!”, “kanan, dayung!”. LOLOS!

Gate 2- merah..: bisa lah ya. Masak gitu aja ga bisa? Percuma latian dari jaman kapan?? LOLOS..

Gate 3-merah..: apa lagi ini. Bayi ngrangkak aja bisa ngelewatin. Sayang ga ada penutup mata waktu itu. Kalau ada, kita bisa pake, dan nglewatin sambil tutup mata. LOLOS..

Gate 4- hijau..: aduah!! Kaya gini dikasih ke kita? Push up sambil jongkok kalo ga bisa. LOLOS..

Gate 5-hijau.. : ini jalur kesukaan kita. Ya pasti LOLOS..

Gate 6-hijau..: apa sih ya ga bisa kita lewatin? Meski nafas udah tinggal sepertiga, tapi tetep LOLOS..

Gate 7-merah..:Jon! Maksudmu opo e? Kita ga bisa nglewatin gitu? Kita ga sama kayak waktu Citarum dulu kali! Nafas tinggal sepertiga dikurang setengah. Mines-mines nafasnya. Huah!! Syukur bisa LOLOS..

Gate 8-merah..: mata berkunang-kunang. Sempet istirahat di pillow. Hehehehe.. Kita memang hebat kok, jadinya tetep LOLOS..

Atur nafas, guys.. tambahi yuk!

Kayaknya udah pol mentok ini ndayungnya,bok..

Gate 9-hijau..: Sial! Ini kenapa harus dikasi di tengah-tengah batu si? Tapi sorry yak.. perahu, skill, sama semangat kita mengharuskan kalau kita bisa LOLOS..

Gate 10-hijau..: tepat di jeram. Seperti tahun lalu. Membayar kesalahan tahun lalu, jadi Gate ini LOLOS..

Gate 11-merah..: latian awal aja bisa, masak waktu lomba ga bisa? Ya pasti bisa atuh.. Jadi ya LOLOS..

Gate 12-hijau..: end of journey..ditutup dengan satu kata, LOLOS..

Wauw!! It’s WOW!!! Nafas habis, tenaga berkurang, tapi harus tetap senyum biar waktu difoto tetep cantik. 7 menit sekian detik. Jika dibanding hasil sprint, ga terlalu buruk lah ya. kita harus ngelewatin Gate, dan makan waktu 3 menit lebih lama. Good Job!! Masih banyak yang jauh di belakang kita. Dan kita tetap juara.

*aku laper sekarang….*

Kita dikasih dua kali kesempatan untuk mencoba slalom. Ini bagian yang tidak kita suka dari Jono. Informasinya ga valid sama sekali. Dhangku, Cekak, we miss you! Kalian lebih bisa diandalkan soal manajerial. Beda ama Jono. Dia malah kaya pembantu Cina-Cina gedongan gitu. Masak, trus nongki+mejeng ke tetangga. Sial! Sekalinya ngasih informasi malah salah. Untung aku sama Justin udah naik ke mobil Brimob duluan, jadi bisa tau kalo ternyata kita turun pertama. Ek’ok ah, Jon! Tapi berkat masakanmu, aku sama Luke jadi bisa boker tiap hari. Itu bagian terbaik dari masakanmu. Aku ga bakal bilang deh kalau kamu motong sayuran itu bukan di telenan tapi di ubin. Aku juga ga bakal bilang kalau kamu ga pernah nyuci semua sayur yang kamu masak. Aku juga bakal diem kok,Jon waktu kamu naruh kulit telur di atas bumbu yang udah kamu bikin. Aku janji..

Btw, balik lagi ke slalom bagian dua. Sama aja si. Akika males nulis panjang-panjang lagi. Jadi, cuma aku tulis bedanya aja yak. Bedanya perahu kita tambah berat aja. Abisnya si greya digantiin sama si Bispak, gimana ga berat? Sempet nge wrap juga di bawah, deket Gate 9. Udah, Cuma itu aja bedanya. Terus lagi, catatan waktunya nambah dikit. O iya, ada lagi. Di Gate 8 kita kesusahan banget. Gila! Itu gila! Kita bener-bener ga mau nglewatin satu Gate pun. Aku salut sama semangat kita. Masih sama, sambil ketawa-ketiwi kita bisa nglewatin Gate itu. Bayangin! Sambil ketawa lo nglewatinnya. Keren yak?

 

[27 Maret 2011]

Syndrome ketuaan, semua harus dituruti. Merasa tidak ada waktu lagi untuk kembali ke tempat ini, jadi harus dilakukan saat itu juga. Sama seperti down river. Aku yakin masalah utama bukan pada catatan waktu yang buruk, namun karena kita tidak diizinkan untuk turun melewati DAM dengan alasan yang tidak bisa diterima.

Bispak menangis (red.). Aku kira karena tidak diizinkan turun ke rute berikutnya, tapi karena kesusahan turun dari jalan utama menuju jalan sungai. Huakakakakakakakakakakakaka…

Banyak kejanggalan yang kami temukan selepas lomba ini akan berakhir. Rescue yang tidur di tepi sungai. Rute down river yang dipersingkat (khusus untuk tim putri), tidak ada panitia yang membawa perahu kami turun ke bawah (dengan alasan panitia yang bersangkutan belum datang), tidak ada panitia yang mencatat waktu dan memberi signal pada tim FAJI Tangerang ketika mereka tiba di garis finish (ini jadi pertanyaan atau tidak ya di tim mereka? Atau mereka sudah cukup senang dengan hadiah pembinaan dan embel-embel juara 3, tanpa skill yang mumpuni tentunya). Hhhhmmm… no comment pada bagian ini. Karena kami juga tidak diberikan kesempatan untuk memberikan evaluasi pada panitia. Anggap saja setiap evaluasi yang dilakukan per hari merupakan ajang permakluman untuk setiap keadaan yang terjadi.

*Dan sadarkah kalian? Selama perlombaan, kita tidak pernah melakukan evaluasi. Malah asyik main-main di rumah tetangga. Padahal dulu tiap hari evaluasi, tapi hasilnya juga acak adul. Sekarang ga pernah evaluasi malah juara. Berarti lain kali kita harus mejeng terus.*

CLOSING PARTY…

End of our practice. With a significant changing, with a beautiful and fair game, we rise to the lectern and laugh together. I don’t think that we can do all of this better than before. That’s the point!! We breath together on bolt of our paddle, we walk on the same way, we think the same thing, although sometimes we’ve made some gales among us.  This victory is really meaningful for me. And, with this story, I hope you know that I’m really, really love and proud of you. THANK YOU, GIRLS..

Best regards,

EIRIEL..

-End-

Author: LR

mari bereksperimen dengan remahan kata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s