krokettahu

menyelesaikan masalah dengan masalah

16 Jam di Manila

Leave a comment

Manila, 16 April 2017

Cerita saya akan sangat tidak berurutan. yaudalah ya, toh yang baca blog saya tidak banyak. Dan kalaupun ada yang sering baca, pasti kenal sama saya dan sedikit dapat spoiler dari IG atau path saya.

Oke, ini pengalaman ketika transit di Manila sepulang dari San Fransisco (cerita gimana ke SF mungkin akan saya tulis di postingan yang lain).

Perjalanan pulang dari San Fransisco, saya transit 16 jam di Manila. Itu salah satu request saya ke travel agent yang bantu dalam pesan pesawat. Saya meminta penerbangan terakhir dari SF dan penerbangan terakhir dari Manila, dengan tujuan saya bisa jalan-jalan dulu gitu di Manila.

Sampai Manila pukul 4.30 am dan jet lag masih belum habis. Keinginan masih kuat untuk menjalankan rencana semula, jalan-jalan selama transit di Manila. Meski mau kemananya masih belum jelas karena sama sekali tidak terencana. Berbekal saran dari James, teman dari Philippine untuk keliling daerah Makati dan Ayala Museum.

Akhirnya dari bandara, buka apps Traveloka, cari-cari hostel yang harganya terjangkau dan review yang oke. Pilihannya jatuh ke Hostel Z. Pilihan random sih, karena memang g ada rencana. Khawatir g bisa early check in, so dengan nekat langsung order Grab Car menuju hostel. Saya memilih memakai grab karena ini saya pertama kalinya ke Philippine, jadi g tau arah, dan mau kemana, so Grab yang punya fitur chat sama drivernya sangat membantu saya buat ngasih tau saya berada dimana 🙂

Mas-mas grabnya ngira saya bisa Tagalog hahaa

Sampai hostel, saya langsung tanya apakah bisa early check in. Untungnya mbak-mbak nya baik, atau mungkin karena sepi kali ya jadinya saya bisa early check in sekitar jam 7an tanpa biaya tambahan. Total adalah 750 PHP (Philippine Peso), atau sekitar 200 ribuan gitu. Dan deposit 500 PHP. Lumayan lah buat nyelonjorin kaki sambil mikir rencana selanjutnya.

Oiya, sepertinya biaya hidup Manila cukup murah, atau karena saya habis dari SF yang mahal gila ya. Sewaktu saya di pesawat, seluruh penumpang diberi sim card lokal, jadi saya tinggal topup paket data di Bandara seharga 100 PHP, atau sekitar 29ribu rupiah saya untuk 1 GB data selama 3 hari. Murah bukan? 🙂

Hanya butuh 20 menit dari bandara untuk sampai lokasi. Dan, kamarnya termasuk oke sih. Bersih dan rapi. Cuman sayang, mereka hanya menyediakan locker, tidal dengan gemboknya. Sepertinya gembok jadi salah satu list barang yang wajib dibawa ketika traveling.

Kondisi hostelnya sangat sepi. Saya ambil dorm khusus wanita yang berisi 6 tempat tidur. Ketika masuk ke kamar, cuman ada 1 bule yang sedang tidur. Sepertinya doi habis diving, melihat barang-barangnya yang tergeletak di sebelah kasurnya. Kamarnya sangat rapi dan bersih. Saya happy. Kamar mandinya pun sangat bersih. Ada hot waternya. Sayangnya tidak disediakan handuk serta selimutnya tipis. Karena saar itu cuaca mendung-mendung gimana, jadi tidak berasa panas meski tempat tidur saya dan AC berjarak lumayan jauh. Yang buat saya senang adalah, kamar hostelnya memang bener-bener buat cewe. Kaca dan lighting kaca dimana-mana. Hahahahaaa.

Colokannya Lucu

Stay Away From Drugs

Kamarnya bersih dan rapi

 

Setelah tanya ini itu sama mbak-mbak hostel, kesimpulannya adalah saya datang di waktu yang kurang tepat. Hari Minggu, 16 April 2017, dimana semua orang sedang merayakan paskah, otomatis tempat-tempat libur (begitu kata mbak-mbak di Hostel). Yaudalah ya, istirahat dululah yang penting, karena saya masih bisa ke taman di Makati (begitu pikir saya).

Awalnya sih mau tidur sebentar, barang 1-2 jam, jam 9 pagi sudah cabut buat keliling. Rencana berubah, setelah browsing ada tempat yang lebih menarik dari Makati dan Ayala (karena kedua tempat itu lebih berupa cafe or bar tour, saya lupa kale James tipikal Philippines yang hobi ngebir dan nongkrong di bar) tempat itu bernama Intramuros, salah satu kota tua. Hanya butuh waktu 30 menit menuju ke sana dari hostel. Tapi apa daya, hujan g berhenti sepanjang hari. Gerimis sih, tapi kan males banget kalau gara-gara gerimis saya malah sakit, padahal besok sudah harus masuk kerja lagi.

Jadilah saya baring-baring sepanjang hari di hostel sampai jam 4 sore.

Kesel gak? agak kesel sedikit sih, tapi berhubung ngantuk sangat (jam biologis masih ikut jam San Fransisco), yauda, tidur pun tak masalah. Sambil kontemplasi gitu ceritanya, cieh. Apaan sih, lol.

Yang jelas kalau saya punya kesempatan untuk transit lama lagi, saya akan ke Intramuros, dan sekitarnya. Di situ ada gereja-gereja tua nan cantik yang instagramable. Dan untuk hostel, setelah saya baca-baca review, mungkin saya akan mencoba Tambayan Capsule Hostel & Bar karena menurut salah satu review di Traveloka itu hostel merupakan bangunan tua, dapat fasilitas pinjaman handuk gratis yang tidak ada di Hostel Z.

Pukul 5 saya bersiap kembali ke Bandara NAIA, lucu ya namany. Itu singkatan dari Ninoy Aquino International Airport. Untuk kali ini saya mengunakan uber pool. Karena lebih murah, dan pickup point nya sudah jelas, jadi saya tidak perlu chat or telpon-telponan dengan drivernya.  Perjalanan bandara sama kurang lebih 20-30 menit, karena lalu lintas lancar. Sampai bandara, ternyata pesawat saya delay selama 1 jam, yang seharusnya 20.25 waktu setempat sudah boarding jadi pukul 21.35.

Terminal 1 NAIA, suasananya sudah kaya terminal bus Giwangan

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s