krokettahu

menyelesaikan masalah dengan masalah

Ketika CTO-mu juga seorang Apoteker #2 – End

Leave a comment

Suatu berkah tersendiri jika memiliki kecerdasan luar biasa sehingga bisa memiliki kemampuan yang lebih. Seperti CTO saya. Doi pintar luar biasa, menurut saya setidaknya (yaiyalah, kalau gak pintar g mungkin jadi CTO). Selain jago dalam itung-itungan bakulan dan technology, doi juga seorang mantan apoteker. Bingung kan ? CTO tapi mantan apoteker. Intinya doi punya passion di IT, tapi kuliah farmasi, dan sempet bekerja sebagai Apoteker di salah satu rumah sakit di Singapore. 

Leon, kamu harus memberi saya kredit karena pujian itu. Hahahaa. Oke, sekilas saja tentang CTO saya yang ganteng mirip oppa2 Korea. Karena inti tulisan ini tentang obat bukan doi. Hahahaha

Berhubung doi ngerti obat, so, g jarang teman-teman kantor konsultasi tentang obat. Termasuk saya. Mulai dari jenis-jenis antibiotik buat radang tenggorokan, obat diabetes, obat penggeser jadwal menstruasi sampai magic mushroom (kata doi aman kok kalau mo coba 😈).

Ini beberapa hasil konsultasi yang saya lakukan dan sangat berguna saat traveling :

Obat panas atau demam
Selama ini saya taunya obat penurun panas ya paracetamol. Kali ini saya dikenalkan dengan ibuprofen sama CTO saya. Apa bedanya? seingat saya, ibuprofen kandungannya lebih banyak, karena termasuk jenis obat anti inflamasi non-steroid. Artinya apa? artinya ini obat bisa meredakan rasa sakit ringan hingga menengah serta mengurangi inflamasi atau peradangan.

So, kalau demam, kecapekan, mau flu, bisa minum ini buat penanganan cepat. Dan saya sudah membuktikan ketika sedang perjalanan ke Mesir dan San Fransisco. Jadi Ibuprofen 200mg salah satu obat yang saya bawa ketika jalan-jalan. Hohohoho.

Obat batuk
Perjalanan saya ke San Fransisco disertai batuk dasyhat karena kelelahan. Gimana gak capek, dalam sebulan ngetrip ke Mesir – Arab – Kuala Lumpur – Singapore dan lanjut ke SF. Untung gak sampai tepar. Hahahahhaa.

Obat batuk yang biasa saya minum adalah Laserin, alasannya simple, karena herbal dan mengandung curcuma. Iyap, bener, saya perlu mempertahankan nafsu makan ketika sakit. Minumnya pun suka-suka saya. Jadi fungsi Laserin ini hanya sebagai pelega tenggorokan ketika batuk. Tapiiiii, saya gak mau dong terus-terusan batuk ketika sedang jalan-jalan, akhirnya saya konsultasi dengan Oppa CTO. Seperti biasa, doi gak pernah menyarankan obat merk tertentu, tapi kandungan obat. So untuk mengurangi batuk-batuk sebaiknya cari yang ada kandungan Dextromehropahan.

Obat batuk tidak akan menyembuhkan batuk, dia hanya akan mengurangi batuk. Hmmmm, ada yang aneh dengan kalimat saya. Intinya, obat batuk hanya mengurangi symptom saja. Karena batuk akan sembuh dengan sendirinya.Selama di SF, saya minum Mucinex. Gak tau di Indonesia ada atau tidak. Di pasaran, obat ini ada dosis 9 jam, atau 12 jam. Artinya bisa mengurangi batuk, uhuk-uhuk, selama 9 jam atau 12 jam, sesuai dosisnya. Yang saya minum tentu saja 12 jam. Karena kegiatan saya seharian. Saya g mau tiba-tiba diusir dari restoran karena saya Asian dan batuk-batuk. Hahahhaaa

Obat Jerawat
My Oppa CTO juga bisa dijadikan konsultasi kencantikan sepertinya. Kulit doi mulus banget kaya pantat bayi. Hohohoo.

Perkara jerawat itu adalah perkara paling sulit dipecahkan dalam hidup. Sangat hormonal. Susah dihindari. Cuman bisa mengurangi saja, bukan pake salep cap kaki tiga, bukan. Tapi pake obat yang mengandung Tretinoin.

Ternyata di apotik banyak. Dan harganya sekitar 50ribu saja. Tidak perlu pake obat dokter yang mahal gila, atau skin care ratusan ribu. Saya sudah coba, dan bekerja sodara-sodara. Cukup dioleskan tipis dan seperlunya saja ke jerawat saat mau tidur, dan dalam 1-2 hari akan kering. Tapi hati-hati, jagan dioles ke seluruh muka kalau tidak mau mukanya mengelupas dan kering. Saya rasa obat ini cukup keras. So saya pilih yang mengandung Tretinoin 0,025%. Di pasaran ada yang o,05% tapi sepertinya itu keras sih. Gak berani coba juga. Hahahhaa

Obat penggeser menstruasi
Ini salah satu obat yang berguna buat perempuan ketika traveling. Cuman kudu diingat, jangan disalahgunakan sista-sista. Hahahahaa.

Di pasaran banyak macam mengenai obat penggeser menstruasi. Nama-namanya ada di postingan saya sebelumnya. Apaan sih obat penggeser menstruasi? ini adalah obat buat nunda mens. So, buat yang mau perjalanan ibadah, atau diving, obat ini berguna. Tapi sebaiknya konsultasi sama dokter sih. Atau kalau mau nekat minum yo monggo, resiko tanggung sendiri.

Susah g carinya? beberapa nama tidak beredar di Indonesia. Gak susah sih. Saya pernah tanya di salah satu apotik mengenai Yasmin. Tapi saya tidak jadi beli Yasmin, karena namanya, setelah saya googling itu adalah obat KB. Agak-agak takut sih minumnya. Saya memutuskan beli Primolut N. Obat ini sangat umum ditemui di pasaran. Dan bentuknya tablet kecil banget, sukuran antimo.

Kecil obatnya

Saya minum h-3 sebelum jadwal mens. Ko bisa tau jadwal mens? pake apps laaah, jaman sudah canggih, jadi g perlu inget-inget tanggal mens. Saya pake apps P.C. Atau bisa googling aja aplikasi sejenis di sini. Bersyukur mens saya cukup teratur. Jadi mudah diprediksi.

Apakah obatnya bekerja? Gak tau, hahahaa.

Jadi gini, saya mulai minum h-3 sebelum jadwal mens kan, minumnya priodik, setiap 8 jam sekali. Hari pertama saya minum, tidak terjadi apa-apa, ya memang tidak terjadi apa-apa. Hari ke-dua baru terasa efeknya. Saya merasa mual, kembung dan mood swing. Mood saya drop.

Wajar sih, ibaratnya itu merusak siklus PMS saya. Saya orangnya mudah dipengaruhi mood dan jarang sakit. Karena mood saya drop, so fisik saya kena. Jadinya malah demam. Huhuuhuhuhu. Langsung saja saya hentikan konsumsi obatnya. Setelah saya berhenti minum obat, semuanya baik-baik saja sodaraaaaa. Matahari bersinar indah dan yang paling pentin mood saya kembali, bahagia. Hahahaaa. Dan untungnya seluruh rangkaian ibadah wajib selama umroh sudah selesai. Sehabis konsumsi obat dihentikan, 3 hari kemudian saya langsung mendapat menstruasi. Saat itu adalah saat perjalanan pulang. So, sudah tak jadi masalah lagi, mau mens atau gak 🙂

Kira-kira itu sih, semua itu ditulis berdasar pengalaman saja. Dan pengetahuan saya tentang farmasi, obat-obatan sangat cetek. Saya jarang sekali minum obat kalau sakit. Istilah Jawanya, Ndableg. Karena saya percaya tubuh saya bisa self healing. Kecuali keadaan terdesak, saya harus sembuh cepat, barulah saya minum obat kimia.

Dan memang sebaiknya mengenai obat-obat itu dikonsultasi ke dokter, ra waton wae.

Author: LR

mari bereksperimen dengan remahan kata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s