krokettahu

menyelesaikan masalah dengan masalah

Proses Panggilan

1 Comment

Bisa dibilang awal tahun 2017 sampai ini ditulis merupakan perjalanan yang baik buat sisi spiritual saya. Saya sadar sepenuhnya bahwa keimanan saya masih naik turun, banyak turunnya daripada naiknya. Bahkan mungkin ndlosor ngesot-ngesot. Sampai di suatu titik, saya merasakan ada kekosongan dari sisi rohani. Agak sulit dideskripsikan. Rasanya jauh saja dengan Tuhan, dan kehilangan. Dan Tuhan Maha Baik. Saya yang seperti itu, masih diberi kesempatan dan dipanggil ke rumah-Nya. Tuhan masih sayang sama saya 🙂

Sudah lama sebenarnya saya mendapat ajakan umroh. Dan berkali-kali saya tolak dengan seribu alasan. Belum siaplah, ada acara ini, ada acara itu, umroh itu liburan (and seriously saya berpikir seperti itu), g ada uang dan sebagainya.

Sampai suatu hari, saya mengiyakan. Saya lupa persisnya kenapa mengiyakan. Yang jelas, saat itu saya perlu menghadap-Nya langsung. Ngobrol. Dan ketika saya mengambil keputusan itu, saya merasa sudah sangat mantap. G ada keraguan. Lucu ya, yang semula saya skeptis, tidak peduli tiba-tiba menjad sangat mantap. Hahahahaa

Persiapan umroh saya dibilang sangat singkat. Januari 2017 saya menyatakan diri bersedia, dan 4 Maret 2017 saya berangkat.

Persiapannya lancar? tidak semulus jalan tol tentunya. Persiapan umroh penuh drama (kapan sih uripmu ra drama ? lol)

Jadi, setelah Desember saya dinyatakan menang prize dari Magic dan hadiahnya adalah trip to San Fransisco, dan waktu menunggu kepastian kapan berangkat justru saat itu adalah saat saya sudah tidak peduli lagi mau berangkat atau tidak ke Amerika. Ya, saya tetap apply Visa Amerika, alasannya g enak ama panitia yang nyelenggarain acara. Hahaha. Cuman ya gitu, yang dipikiran saya adalah, kalau gak berangkat yauda, gapapa. Itung-itung nyumbang buat Trump. Hahahha

Saya sudah menyatakan bersedia untuk umroh, dengan jadwal yang sudah dipastikan. Saya mulai persiapan. Mulai dari fisik (joging seminggu 3x), minum vitamin, mulai baca-baca dan cari tau, bahkan mencatat apa saja yang mau saya obrolkan.

Sempat ada pertanyaan? Bagaimana kalau jadwal berangkat ke Amerikanya barengan dengan Umroh? Dengan santainya saya mampu menjawab, ya sudah, saya memang g berjodoh buat ke Amerika. Bisa kapan-kapan. Dan sekarang yang saya perlukan adalah ke rumahNya.

Salah dua drama pra-umroh adalah, selain saya hampir kena jambret, pada minggu pertama Febuari 2017, visa saya ditolak oleh kedutaan Amerika Jakarta.

Minggu kedua, saya apply lagi visa Amerika via Surabaya. Setelah saya apply dan mendapat jadwal interveiw, tiba-tiba saya ditelpon oleh travel agen umroh kalau saya harus mengumpulkan passport untuk proses Visa Saudi. Gils. Panik lah. Akhirnya saya nego apakah bisa saya mengurus visa Saudi belakangan (saat itu sudah pasrah juga, kalau visa US bakalan ditolak lagi) ? Dan untunglah pihak travelnya baik.

Daaann, kepanikan (sekaligus bersyukur) terjadi ketika, ternyata visa Amerika saya di-approved. Itu terjadi di hari Rabu dan perlu 3-4 hari kerja untuk proses visanya (baru saya terima di hari Selasa). Sementara Kamis minggu depannya harus berangkat Umroh. Whoaaaa.  Kembali pasrah (mau gimana lagi). Saya berfikir, ya kalau memang jalannya harus Umroh, pasti akan berangkat. Kalau gak, ya mundur.

Ternyata, lagi-lagi Tuhan Maha Baik. Entah bagaimana, Sabtu siang, tiba-tiba saya ditelpon bapak DHL express. Si bapak bilang kalau doi mo anterin passport ke kantor saya tapi tutup. Langsung saya bangkit dari kubur, eh tidur. Saya arahkan ke kosan. Daaaann, visa saya jadi lebih cepat dari dugaan saya. Buru-buru saya telpon travel agent umroh. Dan Senin langsung saya kirim passport saya untuk di proses visa Saudinya.

Sampai di situ? tentu tidak. Hari Senin mas-mas travelnya lupa dong buat proses visa saya. Sedih banget. Huhuhuhuhu. Baru diurus hari Selasa. Sudah fix, saya berada di ambang kepasrahan. Selasa saya belum terima visa. Dan Kamis sudah harus berangkat. Saya tanya mas travel kira-kira bisa gak urus visa saudi sehari? Mas-masnya jawab, kita coba dulu ya mb. Dah mau nangis sih, hiks, hiks, hiks

Tapi mungkin memang udah jodoh ya, Rabu ternyata visa saya jadi. Dan langsung dikirim via Go-Send. Saya lemes sih sewaktu nerima visa itu.

Hiks hiks…… What a journey!

Saya jadi berangkat umroh, besoknya. Dan jadwal keberangkatan ke Amerika belum juga keluar 🙂

One thought on “Proses Panggilan

  1. hidupmu penuh momen momen lemes

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s