krokettahu

(bukan) rahasia raharasi

Touchdown Rusia – Kongkow Moscow #2

Leave a comment

Helaw, lanjut lagi yaaaa.
Yuk ah.

Setelah perjalanan panjang dengan menggunakan Thai Air, sampailah pagi-pagi kami di Bandara Domodedovo, Moscow. Senang, riang, akhirnya sampe. Setelah antri yang panjang dan mengular di imigrasi (btw, imigrasinya g ribet ko, cukup senyum, kasih passpor, liatin visa, sama ada surat gitu, lupa surat apaan yang dikasih mbak-mbak pramugari Thai Air) kami cari-cari wifi di bandara, mo apdet status gitu ceritanya. Dan ternyata, eng ing eng, G ADA WIFI DI DOMODEDOVO MEEEENNNN !!!!! 

Screen Shot 2018-01-22 at 2.09.08 PM

Generate meme di sini

Pantesan, orang-orang yang antri di imigrasi pada anteng, g mainan HP. Gils, di bandara segede itu, ibukota negara, ga ada wifi. Hiks hiks. Dan orang-orang di bandara (bahkan mbak-mbak yang biasa ngelayanin checkin) ndak fasih berbahasa Inggris. Aku kudu pie Mas Putin.

Yawislah, untungnya pas mo keluar ada mas-mas dan mbak-mbak sales perdana. Dan mayan bisa bahasa Inggris. Maka belilaahhh Ricky perdana dan paket internet. Iya, Ricky doang yang beli, saya ma Oye nebeng ajah. Penggen nggiles kami berdua g sih. Hahahaa, untung Ricky baik (baca pasrah) punya travel mate cem gitu.

Mengenai provider, saya mendapat kesimpulan. G tau berapa jumlah provider tepatnya. Tapi setelah browsing-browsing dan tanya lihat di sekeliling, sepertinya ada 3 provider besar, biasa disebut The Big Three. Yaitu :

  1. MTC (g tau singkatannya apa, yang jelas logo merah), ini semacam telkomselnya di Indonesia kali ya. Di stasiun metro (bawah tanah misal), masih dapat sinyal. Kalau beli di bandara 15USD, kalau pake rubel 500rubel. Dapetnya 5GB bisa kepake 1 bulan
  2. Beeline (logo kuning item cem lebah). Ini kek indosat mungkin. Bisa dipake di Moskow dan St Peter. Cuman kalau uda di metro (stasiun bawah tanah), sinyal ilang-ilangan. Harga 500rubel, dapetnya 12gb. Kalau pergi seminggu sih berlebih kok. Dan berlaku 1 bulan.
  3. Megafon, g tau ini, karena g pake, sumber ada di sini.
russia-tourist-tips-local-sim-2.jpg

Sumber gambar di sini

Setelah punya internet, barulah tenang. Bisa lanjut ke Hotel Petrovka 17 naik uber ataupun kereta. Dan akhirnya setelah cek harga, kami memutuskan naik uber. 

Well, backpack bertiga itu jumlah yang pas saya rasa. Kenapa? karena kalau naik uber jatuhnya lebih murah perorang dibanding naik kendaraan umum, terutama untuk yang jarak jauh. Beberapa kali kami praktekkan selama di Rusia. Contohnya ketika dari bandara ke hotel :

  1. Uber : 1000 rubel uda dijemput di tempat, dianterin sampe depan hotel, so perorang kena 350an rubel, jarak tempuh 1 jam
  2. Kereta : 400rubel/orang, kalau ditotal 1200 rubel. Belum jalan dari kereta ke hotel. Tapi, ya memang ada sensasi naik kereta, jarak tempuh kurang tau, kayanya kurang lebih sama kaya naik uber.

Okay, panjang yaaa. Balik ke niat awal bikin postingan ini. Kemana aja selama di Moscow? Here we go

Hari Pertama ————————

Ini list hari pertama bisa didownload di sini ya.
Realisasinya sih kunjungi semampunya hahahaa.

Intinya, hari pertama keliling Red Square, Ulitsa Varvarka & Christ Saviour Cathedral.

Red Square adalah icon Moscow. Well, kami hanya berkeliling sekitar saja, tidak masuk ke dalam museum atau bangunan di dalamnya. Karena berbayar dan lumayan juga kalau semua masuk ke semuanya. Selain itu kami punya list museum yang mau dikunjungi selama di Rusia dan berbayar. Saat itu di Red Square sedang ramai persiapan Международный военно‑музыкальный фестиваль atau Festival Musik Militer Internasional. Salah satu festival musik militer terbesar di dunia. Jadi beberapa tempat dipasangin gate dan baru buka beberapa jam kemudian. Sehingga saat itu g bisa masuk. AKhirnya kami hanya foto-foto di sekitaran saja. 

Oiya, karena ada beberapa teman yang pengen dikirimi kartupos dari Rusia, kami mampir di kantor pos dekat Red Square. Kartu pos beserta perangko untuk dikirim ke Indonesia sekitar 45rubel/kartu pos

Hal lain yang berkesan di Moscow bagi saya adalah, di sana banyak taman. Tamannya pun dibuat dengan sangat baik. Jadi betah gitu, pengen ajak pacar buat kentjan di sana (anaknya demen taman). Taman yang sudah dikunjungi dan mampu saya ingat namanya adalah Victoria Park dan Poklonnaya Hill (susah ya namanya). Favorite saya adalah Poklonnaya Hill. Taman berupa bukit rumput (cem bukit teletabis) dan enak buat duduk-duduk, bengong, video call ama pacar, mainan sama anjing, atau dubbing orang lagi pacaran (kegiatan kurang berfaedah sih).

chill.jpg

Santai kek di pantai

Poklonnaya Hill secara g sengaja kami temukan ketika kami mau ke Museum of the Great Patriotic War. Setelah lelah berjalan kaki dan naik metro dari satu tempat ke tempat lain, kami beristirahat dan melihat taman ini. Dan setelah kami duduk, lurusin kaki, kami baru tau nama taman ini adalah Poklonnaya Hill.

Taman itu sejalan dengan Museum of the Great Patriotic War, tempat tujuan awal kami hari ituMuseum itu worth to visit. Trust me. Bagus banget. Biaya masuk museum ini 300rubel, atau sekitar 90ribu rupiah. Menurut saya itu murah untuk tempat sebagus dan seluas itu. Luas pake banget. Terdiri dari beberapa lantai. Yang isinya mengenai Perang Dunia II. Diorama, yang keren abis, menggambarkan pertempuran besar, foto-foto kegiatan perang, senjata dan amunisi, seragam, penghargaan, berita, surat dari medan perang, dan model pesawat terbang. Bermacam hal untuk merekam nama dan takdir setiap tentara Rusia yang meninggal dalam Perang Dunia II.

Museum ini sepertinya dibangun untuk mengenang –bagi dunia dan khususnya negara eks-Soviet– akan pengorbanan manusia dan sumber daya materi yang sangat besar dalam konflik bersenjata.

Hal lain yang menarik di museum ini (kayanya di Rusia) adalah, kebanyakan penjaganya adalah wanita. Di bagian pintu masuk wanita berpakian polisi yang saya taksir usianya sekitar 30an. Dan di bagian dalamnya lagi, di masing-masing ruangan, wanita paruh baya dengan usia pensiunan. Mungkin sekitar 50-60 tahun. Pemandangan ini menjadi lumarah di tempat wisata di Rusia sepertinya. Karena g cuman di sini saja, tapi di Hermitage juga. Penjaga museum, kalau boleh dipanggil nenek, sangat ramah. Bersedia di foto dan tersenyum.

Kami menghabiskan 2-3 jam, dan itupun sepertinya belum terlalu puas. Kami belum sempat explore bagian luar karena matahari sudah mulai terbenam.

senja di great patriotic war museum copy

Senja di Museum of the Great Patriotic War

Hari Kedua ————————

List tempat yang direncanakan hari kedua bisa dilihat di sini ya.

Di hari kedua, kami mengunjungi Kremlin di Moscow. Kami lebih memilih untuk masuk ke The Cathedral Square daripada Armoury Chamber. Alasannya selain budget yang terbatas (karena keduanya bayar), hari sebelumnya kami sudah ke musem Great Patriotic War. Jadi kita lelah dengan hal-hal yang berbau perang. Halah. Saatnya cuci mata dengan bangunan yang memiliki arsitektur cantik nan elegan.

Saya lupa berapa tepanya biaya masuk ke The Cathedral Square, mungkin sekitar 500rubel. G yakin sih. Namanya saja Cathedral Square, jadi di dalamnya merupakan komplek cathedral. Tidak banyak yang bisa saya ingat si di sini. Hahhaaa.

Dan yang berkesan buat saya pada hari kedua adalah ketika kami tersesat ketika menuju Vorobyovy Gory, yang katanya bukit tertinggi di Moscow. Well, ya bagi saya bukitnya sepertinya biasa aja sih, masih bagus Bukit Bintang Pathuk Gunug Kidul Yogyakarta. Hahahahaa. Lols. Cuman kejadian tersesat dan sampai harus nerobos pagar dari bawah itu seru sih. Video nerobos pagar berada di bagian paling bawah postingan ya.

Okay, sepertinya cukup cerita di Moscownya.
Untuk bagaimana transportasi selama di Moscow, bisa pakai Metro. Info lengkap metro ada di sini atau di sini 🙂

Ciaoooo

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s