krokettahu

menyelesaikan masalah dengan masalah


Leave a comment

Dream Estuary Part 4 – End

[25 Maret 2011]

Hari pertama kami berlaga. Seperti biasa, diary pembukaan ini dimulai dengan degub jantung yang terus bergerak. “Guys, main cantik dan menang yak!”. Main cantik. Itu adalah satu-satunya harapanku ketika hitung mundur dimulai. Karena aku yakin, manusia-manusia di pinggir sungai itu akan bersorak riuh ketika dayung-dayung kita bersentuhan dengan air pada waktu yang bersamaan. Dan aku yakin, ketika dayung berdiri sejajar dengan semangat “cantik” kita, kemenangan itu adalah bonus terbesar yang akan kita dapatkan Continue reading


Leave a comment

Dream Estuary Part 1

Ini tulisan tentang bagaimana kami, sekelompok wanita tangguh, berjuang mati-matian untuk berjaya di air. Perempuan-permpuan kece, tahan banting dan anti-mainstream.

I proud ouf you gals, kita keren. Berjuang mati-matian, demi nama baik kita tentunya hahahaa (apa lagi? ) di bawah bendera organisasi FAJY.
Demi gengsi karena kalah saing dengan mapala sebelah. But, yeaah, kita adalah petarung tangguh. Hahahhaaa  Continue reading


4 Comments

beberapa style duduk dalam arung jeram

Duduk di perahu karet sebenarnya tidak ada aturan mutlak, karena tergantung dari rasa keseimbangan dan kenyamanan yang dipunyai oleh tiap awak perahu.

Ini adalah beberapa style duduk ketika berarung jeram yang saya ketahui dan berhubung  saya agak-agak lupa, correct me if I’m wrong 🙂

a) Cowboys Style

Posisi mendayung ini dilakukan dengan cara duduk ditabung perahu dan posisi kaki direnggangkan untuk menjepit tabung yang berfungsi menjaga keseimbangan tubuh diperahu. Kelemahan duduk di posisi ini adalah kaki yang ada diluar perahu bisa berakibat fatal karena sebagian anggota tubuh kita berada diluar yang bisa terbentur dengan stopper ataupun tebing yang ada disekitar sungai tersebut. Maka dari itu cowboy style biasanya (paling cocok) diperagakan hanya pada arus yang tenang. Teknik ini berasal dari Amerika karena pada waktu itu perahu yang digunakan adalah perahu karet jenis LCR yang tidak ada toward.

perahu LCR

LCR

b) Ladies style/ Nantahala style.

Nantahala style berasal dari Amerika. Posisi ini digunakan dimana kedua kaki berada didalam perahu dan biasanya ujung kaki diselipkan pada tempat yang telah disediakan. Posisi ini seperti seorang perempuan membonceng sepeda motor, kedua kaki masuk kebagian dalam perahu. Untuk mendayung agar perahu bergerak, tetapi jika memang dibutuhkan kecepatan tambahan maka gagang dayung dimasukkan kedalam air dan dikayuh dengan sekuat tenaga,seluruh otot perut dan lengan dikerahkan untuk mendapatkan tenaga yang optimal dan efektif. Posisi itu sangat nyaman karena jauh dari benturan batu atau tebing.

Tim Borang

Posisi ini paling banyak dikenal dan diperkenalkan di kalangan rafter, peserta fun rafting serta operator arung jeram. Ini adalah posisi duduk yang saya kenal pertama kali ketika belajar arung jeram.

Ada modifikasi posisi duduk dari gaya ini, seperti pada gambar :

perhatikan posisi duduk anak2 ini

Setahu saya style ini banyak digunakan oleh atlet-atlet dari Jawa Barat salah satunya adalah Kapinis.

Salah satu kaki diselipkan di toward dan kaki satunya lagi dilipat didepan (posisi sila) dan diduduki. Stlye ini menurut saya rentan jatuh di arus yang besar (banyak standing wave dan hole) apabila si pendayung tidak memiliki posisi kuda-kuda yang kuat. Keunggulan teknik duduk ini adalah si pendayung dapat mendayung maksimal karena jangkauan dayungnya besar (lebih besar daripada Nantahala style yang pertama) terlebih lagi si pendayung memiliki power kuat dan ritme dayung yang cepat. Dan style ini membuat pendayung mudah bermanuver (melakukan dayung tarik, tolak, pancung, dsb).

c) Canoeing Style

Style ini berasal dari Jepang. Pada waktu itu atlet-atlet arung jeram Jepang berasal dari atlet canoe.  Teknik dayung ini adalah teknik duduk kedua yang saya tahu setelah mengikuti beberapa kejuaraan arung jeram.

Posisi mendayung ini dilakukan dengan cara duduk di toward dan posisi kaki direnggangkan untuk menjepit toward. Kaki depan diselipkan di toward depannya supaya tidak mudah jatuh ketika terkena hentakan jeram ataupun menabrak tebing. Posisi kaki belakang disesuaikan untuk kenyamanan si pendayung.

Tim Gerhana dalam Ciberang Open 2011

perhatikan posisi duduk pendayung kiri tengah :p

Keunggulan posisi ini adalah, si pendayung dapat mendayung maksimal karena memiliki jangkauan dayung yang lebar  sehingga sangat efektif untuk forward stroke. Keunggulan lain adalah, si pendayung tidak mudah jatuh dari perahu karena posisi badannya yang menghadap ke dalam perahu ketika mendayung. Sedangkan kelemahan posisi ini adalah sulit melakukan dayungan lain selain dayungan maju dan tarik (pancung) karena badan sulit memutar dan berpindah tempat. Posisi ini sangat cocok untuk pendayung tengah yang bertugas sebagai motor perahu.

Jika menggunakan style ini, maka untuk mengendalikan perahu awak mengurangi dan menambah power dayungan. Dan kendali perahu lebih banyak dilakukan oleh skipper.

4. Asmat style.

Berdasakan hasil pembicaraan yang saya lakukan dengan salah seorang maestro, Kang Wawan, arung jeram Indonesia, style ini diperkenalkan pertama kali oleh Arus Liar dan arus liar mendapat applause luar biasa ketika menggunakan style ini di kancah Internasional (saya lupa kejuaraannya apa).

Cara mendayung ini adalah dengan berdiri. Pendayung berdiri dengan menghadap ke bagian luar perahu. Perlu keseimbangan yang luar biasa untuk style yang satu ini karena ketika mendayung sambil berdiri sangatlah sulit.

Tidak banyak yang saya ketahui mengenai posisi ini karena saya pernah mempraktekkan beberapa kali tetapi saya tidak banyak mengetahui plus minus posisi ini.

ps. gambar menyusul secepatnya :p


1 Comment

Catatan Tim FAJY Putri yang (Akhirnya) Juara 1 Kelas Putri dalam Kejuaraan Arung Jeram Tingkat Nasional (R6) Ciberang Open 2011

Sebuah cerita yang di-post ke web PLANTAGAMA tahun 2011 lalu, dan akhirnya tulisan ini hilang karena web tersebut underconstuction 😦
———————————————————————————————————————

the dashing gals

”End of our practice. With a significant changing, with a beautiful and fair game, we rise to the lectern and laugh together. I don’t think that we can do all of this better than before. That’s the point!! We breath together on bolt of our paddle, we walk on the same way, we think the same thing, although sometimes we’ve made some gales among us. This victory is really meaningful for me. And, with this story, I hope you know that I’m really, really love and proud of you. THANK YOU, GIRLS.. Best regards “, EIRIEL..

Dui Harjono, ini kali pertama namanya kami sebutkan di awal kalimat. Mengapa? Meski pun bukan karena alasan yang oke, tapi paling tidak, kami CUKUP menghargai keinginannya untuk menemani kami di kejuaraan arung jeram. Kamu! Yang paling sering bilang kami B-O-D-O-H, masih mau meluangkan waktu untuk memasak untuk kami. WOW! Kami bisa boker tiap hari dengan lancar berkat masakanmu. Ow iya, terima kasih juga atas informasimu yang salah. Berkat info itu, kita (lebih tepatnya, Lukvi, Greya, Lelly, dan Uul) harus lari terburu-buru menuju start. Justin dan Ariel? Ow, sudah terselematkan dengan mobil Brimob (itu juga karena kamu, Jon). Satu lagi! Di saat kami masih mampu untuk mendayung, menuju gate upstream, kamu dengan pedenya berteriak “LEWATI WAE!!!”. Jon, plis deh.. Manajer opo kui??? Sudah cukup sepertinya, hanya itu kontribusi yang bisa kamu berikan untuk kami.. Terima kasih, Jono.

Dhangku Putra, seorang lelaki yang paham akan wanita. Itu saja..

Lelly AFIDT (dengan dua nyawanya), Nurul Fitriani (tanpa kaca mata merahnya), Lukvi Raharasi (dengan tenaga yang masih sama besarnya), Greyanasari Rachmadi (dengan dayung yang sering kompulsif), Titin Marlina a.k.a BISPAK (dengan bokong yang terus bergeser-geser diats perahu), Justin Larissa (yang udah berkurang autism-nya), dan Martina Ariel (yang tetap semangast.. hah?! Sedikit wagu untuk komentar ini). Terima kasih, berkat kita, arum jerang Yogya bisa punya banyak fans di Jawa Barat. Ngak-ngaaak-ngaakkkk..

Mas Rosyid, tanpa perahu, transportasi, basecamp, makanan, dan kemurahan hatinya, kami pasti tidak bisa latihan untuk Ciberang Open 2011.

Pak Yudi Hermanu, Mas Cahyo Alkantana, A. Dwi Sukmatriana, Anwar Susanto, Andri Samad Rambe, dan Mbak Nurberta Suyati, terima kasih! Tau lah ya kenapa kita berterima kasih?!

Kang Wawan, dan Bolang. Terima kasih untuk tumpangan, makanan, tawa, dan latihan yang diberikan untuk kami selama di Ciberang..

“MAIN CANTIK YA…”
Sebuah motto sederhana yang kami bawa menuju Sungai Ciberang. Maret, tepatnya tanggal 25-27 lalu, kami, tim putri FAJY yang turut berpartisipasi dalam Kejuaraan Arung Jeram Tingkat Nasional (R6) Ciberang Open 2011. Alasan utama mengapa tim kami ikut adalah untuk mengurangi kekecewaan karena diundurnya Kejuaraan Nasional di Manado, Sulawesi Utara 2011. Yah, meski pun kami tahu bahwa Ciberang bukanlah sungai yang asyik untuk bagi kami.

Mengapa? Ini alasannya……

Sungai Ciberang adalah sebuah sungai yang berada di Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten dan berhulu di Taman Nasional Gunung Halimun yang sampai saat ini cukup terjaga kelestariannya, sehingga bisa digunakan untuk arung jeram sepanjang tahun, baik kemarau maupun musim hujan. Sungai Ciberang memiliki penampang yang tidak terlalu lebar dan berBATU SANGAAAAAAT banyak (ini mengapa Ciberang kurang asyik bagi kami), sehingga dibutuhkan manuver dan respon yang cepat.

Kejuaraan ini diikuti oleh 15 peserta (termasuk 3 tim putri) yang terdiri dari Tim Umum, Organisasi Pecinta Alam serta Brimob. Dalam klasifikasi umum (jika digabungkan peringkatnya berdasarkan catatan waktu), Tim FAJY Putri mampu mengalahkan beberapa tim putra (termasuk Brimob) dan mengalahkan semua tim putri serta berada di peringkat 7 (lumayanlah). Tim Putri yang mengikuti kejuaraan ini selain kami adalah Tim Putri Ganesha ITB, dan Tim Putri FAJI Kota Tangerang.

Untuk kelas Putra, juara I diraih oleh Tim Lodaya Kapinis Jabar ( alias Bolang, yang notebene adalah anak-anak berumur 15-17th), dan disusul oleh pesaing ketatnya, tim tuan rumah, Banten Rafting Ciberang (alias Borang, yang juga masih bocah) yang meraih peringkat II, Sedangkan peringkat III diraih oleh Gagak Lumayung FKPPI.

Kata Kang Wawan, dalam setiap pertandingan arung jeram ada tiga faktor yang memengaruhi kinerja tim, yaitu OON = Otak, Otot, Nasib. Menurut kami, pada kejuaraan kali ini faktor otak lah yang paling berpengaruh. Karakteristik sungai yang berbatu, mengharuskan kami untuk memiliki respon yang cepat dan melakukan berbagai maneuver serta berpikir bagaimana menyiasati karakteristik sungai tersebut..

Tips penting yang patut dicoba di sungai berbatu SANGAAATT banyak : kempeskan badan perahu (dinding, toward dan floor). Dengan begitu, laju perahu tidak tertahan terlalu lama pada batu. Dan usahakan, latihan yang cukup untuk bisa bermanuver ria. Sebenarnya, tim lain tidak menggunakan tips ini sih. Tapi alhasil, kita tersugesti bahwa perahu tidak akan nge-wrap ketika badan perahu kempes. Alhasil lagi, kita menang!!! Hahahahaaa.. Itu hipotesis yang sudah kita uji. Jadi, percayalah!!

Nasib!! Hanya Tuhan yang tahu. Kami juga tidak tahu, hari di mana kami lomba, debit air stabil (TMA 40), padahal, tim putra yang turun setelah kami, mendapat debit dengan TMA 50-70. Thanx, God!

Otot!! No Comment.. Meski pun kami sudah latihan nge-gym 1 bulan lamanya, tampaknya otot lelaki-lelaki itu jauh lebih matang.

Sekali lagi, inilah kami, Tim FAJY Putri :
Martina Ariel (Setrajana)
Justin Larissa (Palapsi)
Lukvi Raharasi (Plantagama)
Greyanasari R. (Majestic-55)
Nurul Fitirani (Satu Bumi)
Lelly AFIDT (Madawirna)
Titin Marlina (Mapeal)
Manajer tercintah: Dui Harjono (Palafne), Asisten Manajer : Dhangku Putra (Majestic -55)
Pelatih : Sungai Elo, Mas Rosyid (Mendut Rafting), Kotek (Mendut Rafting), sedikit polesan Kang Wawan (KAPINIS)

related photos :
http://www.facebook.com/media/set/?set=a.1055339776863.2010791.1026870338&type=3