Dream Estuary Part 4 – End

[25 Maret 2011]

Hari pertama kami berlaga. Seperti biasa, diary pembukaan ini dimulai dengan degub jantung yang terus bergerak. “Guys, main cantik dan menang yak!”. Main cantik. Itu adalah satu-satunya harapanku ketika hitung mundur dimulai. Karena aku yakin, manusia-manusia di pinggir sungai itu akan bersorak riuh ketika dayung-dayung kita bersentuhan dengan air pada waktu yang bersamaan. Dan aku yakin, ketika dayung berdiri sejajar dengan semangat “cantik” kita, kemenangan itu adalah bonus terbesar yang akan kita dapatkan Continue reading “Dream Estuary Part 4 – End”

Dream Estuary Part 2

[Sepuluh Januari 2011]

Seharusnya, kita boleh berbangga diri, karena kita memiliki Bispak yang rela menyediakan fitnes gratis di tempatnya berkuliah. Tapi sayang, sepertinya ekpektasi berlebihan tidak baik digunakan dalam memandang suatu hal. Dan itu yang terjadi hari ini.

Satu.. Mobil merah (yang memang benar-benar merah) meramaikan dunia wanita Continue reading “Dream Estuary Part 2”

Dream Estuary Part 1

Ini tulisan tentang bagaimana kami, sekelompok wanita tangguh, berjuang mati-matian untuk berjaya di air. Perempuan-permpuan kece, tahan banting dan anti-mainstream.

I proud ouf you gals, kita keren. Berjuang mati-matian, demi nama baik kita tentunya hahahaa (apa lagi? ) di bawah bendera organisasi FAJY.
Demi gengsi karena kalah saing dengan mapala sebelah. But, yeaah, kita adalah petarung tangguh. Hahahhaaa  Continue reading “Dream Estuary Part 1”

La La Land

Bos saya termasuk jago marketing. Doi merekomendasikan La La Land. Katanya, film ini sudah dapet 7 penghargaan Golden Globes dan disutradarai oleh sutradara muda yang berumur 31 tahun, Damien Chazelle (yang juga bikin Whiplash, 2013) serta ini film calon Oscar yang sangat layak tonton. Lalu berangkatlah saya dan 6 teman kantor nonton La La Land.

Spoiler : musik, cinta, mimpi  Continue reading “La La Land”

2016, A Tough Year

Hmmmmm, hampir setiap tahun a tough year deh 🙄 😅

G kerasa. Kayanya baru kemarin saya minta dikerokin sama bude saya krn masuk angin. Bersihin tandon air bareng-bareng. Atau Bude yang selalu siapin bekal makan saya di kereta setiap saya balik ke Jakarta.  Continue reading “2016, A Tough Year”