Tiket Impulsif – Kongkow Moscow #1

Judulnya gini amat mbak? minta digaplok rame-rame ama netijen? sombong beud daaaahh. Kongkow impulsif ke Moscow.

G ada hujan, g ada angin, tiba – tiba pak bos nyamperin ke meja dan bilang kalau Thai Airlines lagi promo. Ke Eropah 5juta PP. Demi apaaaaahhhhhh. Langsung panik seketika, buka leptop liat-liat. Daaaann, ternyata biar 5juta berangkatnya harus berdua. BERDUA dong. Pacar kagak punya (kala itu), mo pigi sama sapa cobaaaa. Ama koper ??? Ya kaliiii. Langsung boardcast beberapa orang.

“Cong mo ke Eropa g? 5jt pp”
“Kapan?”
“September aja, yang ada longwiken nya”
“Kay, bayarin aja dulu. Ntr gw ganti”

“Rick, mo jalan-jalan ga? ke Eropa?”
“Yes. Ikut”

Betapa murah teman-teman beta. Wkwkwkwkwkk. Maka jadilah geng kongkow Moscow

IMG_20170903_152734.jpg
Ricky – Oye – saya. 2017

Continue reading “Tiket Impulsif – Kongkow Moscow #1”

Ketika CTO-mu juga seorang Apoteker #2 – End

Suatu berkah tersendiri jika memiliki kecerdasan luar biasa sehingga bisa memiliki kemampuan yang lebih. Seperti CTO saya. Doi pintar luar biasa, menurut saya setidaknya (yaiyalah, kalau gak pintar g mungkin jadi CTO). Selain jago dalam itung-itungan bakulan dan technology, doi juga seorang mantan apoteker. Bingung kan ? CTO tapi mantan apoteker. Intinya doi punya passion di IT, tapi kuliah farmasi, dan sempet bekerja sebagai Apoteker di salah satu rumah sakit di Singapore.  Continue reading “Ketika CTO-mu juga seorang Apoteker #2 – End”

16 Jam di Manila

Manila, 16 April 2017

Cerita saya akan sangat tidak berurutan. yaudalah ya, toh yang baca blog saya tidak banyak. Dan kalaupun ada yang sering baca, pasti kenal sama saya dan sedikit dapat spoiler dari IG atau path saya.

Oke, ini pengalaman ketika transit di Manila sepulang dari San Fransisco (cerita gimana ke SF mungkin akan saya tulis di postingan yang lain).

Perjalanan pulang dari San Fransisco, saya transit 16 jam di Manila. Itu salah satu request saya ke travel agent yang bantu dalam pesan pesawat. Saya meminta penerbangan terakhir dari SF dan penerbangan terakhir dari Manila, dengan tujuan saya bisa jalan-jalan dulu gitu di Manila. Continue reading “16 Jam di Manila”

Tour to de Monas – Melihat Jakarta dari Atas

Dua tahun di Jakarta akhirnya ke Monas juga. Well, sudah pernah ke Monas satu kali, tapi tidak sampai atas. Hanya berkeliaran di sekitaran Monas.

Sekarang Monas dibuka sampai malam. Itu merupakan berita gembira, buat ku terutama. Karena rencana ke Monas di pagi hari hanya akan menjadi wacana akhir pekan seumur hidup. Secara, weekend itu memang paling enak kalau dihabiskan dengan bangun sedikit lebih siang dibanding biasanya ;p Continue reading “Tour to de Monas – Melihat Jakarta dari Atas”

Went to King’s Tomb in Imogiri-Bantul, Yogyakarta

Sunday, 19 February 2012, Sutet, Veni and I went to king’s tomb in Imogiri-Bantul, Yogyakarta.

at front of gate of Sultan Agung’s tomb

This cultural tours (could be said pilgrimage tourism) had been planned by us a week before.
We set out from my house at 9 a.m. by motorcycle. We brought some equipment such have been prepared such as umbrella, sunglasses, drinking bottles, and money of course 😀

Our trip just about half an hour.
Arriving at the site (parking), we saw food sellers lined up along the parking area. Some are selling gudeng, SGPC (sego pecel), rames, and many more.

I was tempted, and invites both of my friends stopped by briefly for breakfast, because I have no eaten . I had no time for breakfast because woke up little late (over slept) :p

Sutet (one of my friends) advised to eat later, after we had finished exploring the tomb. My hope has been dashed to eat gudeng and sego pecel. And the journey begun with hunger 🙁

To reached the King’s tomb we passed east path. This path is is the paved roads and hilly. All the way to the grave, I passed some interesting sights and tourisms.

A few that I remember are the tomb of the artists, where many artists are buried here. The tomb of roaster, well, a bit strange indeed, but it’s real. People said that the rooster is the favorite roaster of Sultan Hamengku Buwono IX (CMIIW).

With a heavy struggle, tsssaaaahh …. we arrived at the East Gate Imogiri Tomb 🙂

in fornt of East Gate of Paku Buwono’s tomb

Imogiri grave complex consists of three parts, the main tomb; the tomb of Sri Paduka Sultan Hanyokrokusumo (Sultan Agung), Amangkurat II, Amangkurat III, along each of the queen. East side consists of; Pakubuwono I, Amangkurat Jawi and Pakubuwono III. West side consists of : Queens of solo, Pakubuwono III, empress and their concubines. At the tomb of The Kings, there are mystical stories. The stories about the divine the power of antiquity Kings until story about the Queen of The South Sea.

Once satisfied to take pictures in the east tomb complex, we went to the main tomb complex, Sultan Agung’s tomb.
There is no entrance fee. we are only required to donate a kind of voluntary charity box

Visiting the royal graveyard complex, we feel a supernatural atmosphere after entering the site. and indeed, most Javanese sanctify the place. there will be scent of folwers and myrrh everywhere because the custodians always put some of special kind of offerings near the king’s tomb. Moreover, accroding to a custodian, Sultan Agung’s tomb is always redolent since as a human, he is considered as having reached the stage of waliyullah (God’s reperesnetative)

To enter the main tomb, we (visitors) are required to wear traditional clothes of Mataran, no sandals no jewelry. For male uses beskap without a dagger and female uses strapless (kemben) has made from Jarik (Javanese traditional sarong).

fixed the clothes

These clothes are provided at the entrance of the tomb. The cost of rent is 6000 rupiahs. We also buy flowers for pilgrimage about 10 000 rupiahs.

using kemben

Actually, in the grave should not to take photos. However, because we did not know, we had taken some picture inside the tomb complex. Do not be imitated. Just follow the rules of kuncen (cemetery caretaker/custodians).
The ban of taking photographs in the Tomb complex because it was feared there will be something on the results of the pictures (sightings/appearances). And I will not tell you what is contained in the photos that we took inside the tomb complex.

one of my photo was taken inside the main tomb, do not even to try
rules contain prohibition : no sandals, turn off the ponsel, no jewelry, etc..

The Imogiri Royal Graveyard complex is situated in Dusun Pajimatan, Desa Girirejo, Kecamatan Imogiri, Bantul, Yogyakarta, Indonesia. This tomb is not only the royal family tomb of Yogyakarta, but also a family dining palace in Surakarta. It is open for public in certain days such as :

  • Sunday (10 a.m.till dropp)
  • Monday (10 a.m. till dropp) Friday (10 a.m. till dropp)
  • on 1st and 8th Shawwal month
  • on 10 th of Besar/Dhu al-hijjah

On other days, pople can visit but cannot enter the royal graves. Pilgrims can only get in the area if they have permisson from Keraton Yogyakarta, Keraton Surakarta or the head of custodians.

The stairs in the main path to the tomb complex. Local myth that the person could correctly calculate the number of steps (there are more than 300 steps), so his goal come true.

“keceh” di Waterbyur-Bantul

Tadi sore saya dan empat ekor teman berwisata ke salah satu taman bermain di Bantul, lokasinya terletak persis di seberang Pasar Seni Gabusan, yup, kami ke Waterbyurr. WATERBYURR namanya sedikit “wagu” kalo menurut saya.
:p

depan Waterbyur

Saya, Putri si tante, Marlin si tante magang, Banu yang ngakunya The Guardian of Aunties, serta Rama yang tidak mau berpisah dengan Banu berangkat jam 3 p.m. dari rumah saya. Cuaca hari itu sungguh panas. Entah, pergi ke kolam air di saat cuaca sedang panas merupakan suatu keputusan yang tepat atau bodoh karena dapat membuat kulit hitam (padahal Minggu mau kondangan di Solo).

Karena hari itu bukan weekend, dan sedang ada diskon 40%, kami cukup membayar 15.000 per kepala. Diskon hanya sampai 30 April 2012, jadi yang belum ke sana, segeralah. Haaaaaa..

Seperti waterboom kebanyakan, sebelum masuk kami diperiksa, dan bekal yang kami bawa berupa air minum, nasi 6 bungkus, serta sayur terpaksa disita petugas dan akan dikembalikan nanti ketika pulang. Alhasil kita bersenang-senang dalam keadaan lapar…. Arrrgggghhh….

Oke, sebelum mulai bermain, kami ganti pakaian. Dan berhubung tidak ada diantara kami yang bersedia “menunggui” barang bawaan, terpaksa kami para wanita harus menyewa 2 loker (5.000 per loker) sedangkan para lelaki?? Mungkin karena tidak ada barang berharga yang mereka miliki, mereka lebih memilih meletakkan tas nya di sekitar kolam.

Oh iya, di Waterbyur pelampung/ban tidak dipinjamkan secara gratis, tapi disewakan. 5.000 untuk yang single dan 10.000 untuk yang double.

Untungnya, saya, Putri dan Marlin memutuskan untuk ormed terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk menyewa. Alhasil, kami menemukan 3 pelampung double tak bertuan tergeletak di sekitar kolam.
Hehehhe…

depan gua squidward

Wahana pertama (dan yang ada) yang kami coba adalah seluncuran (atau apalah namanya, saya tidak tahu) kami mencoba berlima bersama-sama. Seperti anak kecil kami duduk berjejer ke belakang dan saling memegang perut (atau bahu) pada awalnya. Dan setelah meluncur ….. Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaa……. Kami berteriak layaknya waria ketemu satpol PP …. hahahhaaa.. kalimat terakhir adalah bohong…

Kami mencoba berulang kali wahana tersebut, dan berulang kali juga kami mencobanya bersama-sama.. sehingga berulang kali juga kami berteriak Aaaaaaaaaaaaaaaaaaa….

Pada peluncuran terakhir, kami sepakat akan meluncur sambil bernyanyi Mars P*nta*ma. Dan,, It didn’t works. Hahhaaaa.. hanya 3 kata pertama yang kami nyanyikan bersama-sama, selanjutnya, hanya teriakan ala wanita…

Pie-red of Caribi-ahh
lihaattt,, ada bulan ...

Setelah puas bermain dan mandi, saatnya makan. Kami menikmati bekal yang kami bawa di pinggir kolam. Entah kenapa bapak petugas Waterbyur memberi ijin kami untuk makan di pinggir kolam di hari yang sudah gelap. Kami membawa enam bungkus nasi beserta sayur + lauk, dan tentu saja, keenam bungkus nasi tersebut tidaklah habis. Kami (saya lebih tepatnya) tidak serakus itu.

makaaaaannnn...

Hal yang paling menyebalkan hari itu adalah, Tante Jupe rewel. Saya harus ganti ban dalam depan (37.000 rupiah). Maksude ngirit malah nombok. Waterbyur yang mahal. Ishhhh…

ps. Waterbyur adalah semacam waterboom, dan bagi pecinta wahana seperti ini (waterboomholic, sebaiknya mencari tempat lain, karena waterbyur ini lebih cocok untuk anak2) :p

related photos :
http://www.facebook.com/media/set/?set=a.3374209347153.2135554.1026870338&type=3