Uceng dan Qur’an baru

Uceng sangat rajin mengaji. Dia tidak pernah absen dari jadwalnya mengaji, seminggu 4 kali. Dan hari jumat, 5 April 2013 kemarin Uceng akhirnya sudah tamat Iqro. Sebagai hadiahnya, kuberikan dia sebuah Al-Qur’an. Dengan muka tersenyum berseri-seri sambil malu-malu khas yang dia miliki, Uceng menerima Al-Qur’an yang kuberikan. Rajin mengaji adalah salah satu syarat yang kuberikan padanya ketika serah terima kitab itu, dan dia menyambutnya dengan anggukan khas Mandar (alis terangkat).

Bukan hadiah besar menurutku, tetapi itu sangat membuatnya senang. Bisa kulihat dari binar matanya. Senyumnya selalu terkembang sepanjang hari itu, sampai dia memunggungiku ketika pulang.

Hari ini, Minggu, 7 April 2013 dia membuatku terkejut. Ternyata Uceng datang untuk mengaji. Dia sudah sadar bahwa jadwal mengajinya berubah karena dia sudah Al-Qur’an, yang semula seminggu empat kali menjadi setiap hari. Sekarang berganti aku yang menganggapnya luar biasa. Tanpa kuingatkan, dia sudah tahu bahwa dia harus mengaji setiap hari. Dengan senyum malu malunya dia menenteng Al-Qur’an yang kuberikan sambil berjalan memasuki masjid.
Subbhanallah. Luar biasa anak ini. Anak yang selalu menepati janjinya, dia konsisten dengan ucapannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *